Membelot ke Estonia, Mata-mata Rusia Sebut Perang Ukraina 'Skenario Terburuk'
Sabtu, 19 November 2022 - 10:44 WIB
loading...
Membelot ke Estonia, mata-mata Rusia menyebut perang Ukraina skenario terburuk. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A
A
A
TALLIN - Seorang mata-mata Rusia dilaporkan telah membelot ke Estonia dan sekarang mencari suaka di negara NATO setelah menentang perang Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina.
Mata-mata, yang diidentifikasi sebagai Artem Zinchenko, berbicara kepada Yahoo News pada awal Oktober untuk sebuah artikel yang diterbitkan Kamis lalu tentang "situasi mengerikan" yang dipicu oleh invasi Moskow ke Ukraina yang dimulai pada akhir Februari lalu.
"Ini adalah skenario terburuk yang bahkan bisa dibayangkan dalam pikiran saya, dan itu bukan hanya karena kerabat saya tinggal di sana, tetapi karena banyaknya korban yang tidak bersalah," kata Zinchenko seperti dilansir dari Newsweek, Sabtu (19/11/2022).
Menurut Yahoo News, pembelotan Zinchenko ke Estonia sebenarnya adalah kembalinya mata-mata Rusia itu ke negara tersebut setelah ia ditangkap pada 2017 dan kemudian dibebaskan dalam pertukaran tahanan dengan Moskow setahun kemudian.
Baca: Rusia Tembakkan Rudal Jelajah Simulasi Serangan Nuklir, tapi Ditembak Jatuh Ukraina
Zinchenko mengatakan bahwa ketika dia tiba di rumah pada tahun 2018, semuanya telah berubah secara dramatis dan menggambarkan rezim Presiden Rusia Vladimir Putin memiliki semua aspek totalitarianisme.
Mata-mata, yang diidentifikasi sebagai Artem Zinchenko, berbicara kepada Yahoo News pada awal Oktober untuk sebuah artikel yang diterbitkan Kamis lalu tentang "situasi mengerikan" yang dipicu oleh invasi Moskow ke Ukraina yang dimulai pada akhir Februari lalu.
"Ini adalah skenario terburuk yang bahkan bisa dibayangkan dalam pikiran saya, dan itu bukan hanya karena kerabat saya tinggal di sana, tetapi karena banyaknya korban yang tidak bersalah," kata Zinchenko seperti dilansir dari Newsweek, Sabtu (19/11/2022).
Menurut Yahoo News, pembelotan Zinchenko ke Estonia sebenarnya adalah kembalinya mata-mata Rusia itu ke negara tersebut setelah ia ditangkap pada 2017 dan kemudian dibebaskan dalam pertukaran tahanan dengan Moskow setahun kemudian.
Baca: Rusia Tembakkan Rudal Jelajah Simulasi Serangan Nuklir, tapi Ditembak Jatuh Ukraina
Zinchenko mengatakan bahwa ketika dia tiba di rumah pada tahun 2018, semuanya telah berubah secara dramatis dan menggambarkan rezim Presiden Rusia Vladimir Putin memiliki semua aspek totalitarianisme.
Lihat Juga :