NATO-Ukraina Berselisih karena Kebohongan Zelensky soal Rudal Hantam Polandia
Sabtu, 19 November 2022 - 02:30 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Polandia Andrzej Duda mengatakan pada konferensi pers bahwa pihaknya yakin rudal itu kemungkinan besar ditembakkan oleh sistem pertahanan S-300 buatan Rusia dari tahun 1970-an. "Tetapi kami tidak memiliki bukti bahwa rudal itu diluncurkan oleh Rusia," katanya.
Pernyataan itu didukung oleh Gedung Putih, di mana juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Adrienne Watson mengatakan: "Kami tidak melihat apa pun yang bertentangan dengan penilaian awal Presiden Duda bahwa ledakan ini kemungkinan besar merupakan hasil dari rudal pertahanan udara Ukraina yang sayangnya mendarat di Polandia."
Namun, Zelensky terus bersikeras bahwa rudal itu milik Rusia. "Laporan malam kepada saya secara pribadi, dari komandan Angkatan Udara kepada panglima tertinggi [militer Ukraina Valerii] Zaluzhny, yang katanya menegaskan bahwa itu bukan rudal kami atau serangan rudal kami," katanya.
"Tidak masuk akal bagi saya untuk tidak mempercayai mereka, saya telah melalui perang dengan mereka."
Zelensky mengatakan, "Jika beberapa puing-puing membunuh orang-orang ini, kami harus meminta maaf." Namun, dia menyerukan penyelidikan sebelum keputusan dibuat.
Pernyataan itu didukung oleh Gedung Putih, di mana juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Adrienne Watson mengatakan: "Kami tidak melihat apa pun yang bertentangan dengan penilaian awal Presiden Duda bahwa ledakan ini kemungkinan besar merupakan hasil dari rudal pertahanan udara Ukraina yang sayangnya mendarat di Polandia."
Namun, Zelensky terus bersikeras bahwa rudal itu milik Rusia. "Laporan malam kepada saya secara pribadi, dari komandan Angkatan Udara kepada panglima tertinggi [militer Ukraina Valerii] Zaluzhny, yang katanya menegaskan bahwa itu bukan rudal kami atau serangan rudal kami," katanya.
"Tidak masuk akal bagi saya untuk tidak mempercayai mereka, saya telah melalui perang dengan mereka."
Zelensky mengatakan, "Jika beberapa puing-puing membunuh orang-orang ini, kami harus meminta maaf." Namun, dia menyerukan penyelidikan sebelum keputusan dibuat.
(min)
Lihat Juga :