Moskow Diguncang Demonstrasi, Desak Putin Serang AS dengan Rudal Nuklir Sarmat
Minggu, 13 November 2022 - 13:47 WIB
loading...
A
A
A
Rudal Sarmat yang dirujuk dalam aksi tersebut adalah rudal balistik antarbenua (ICBM) RS-28 Sarmat, senjata termonuklir yang ditambahkan ke gudang senjata Rusia pada 2018 dan dijuluki "Setan II."
Seperti yang ditulis Davis dalam cuitannya, pernyataan "kita akan pergi ke surga sebagai martir" dari para demonstran mengacu pada komentar yang dibuat oleh Putin pada tahun 2018.
Meskipun unjuk rasa itu menyerukan tindakan, komentar yang menjadi rujukan pada demonstran itu adalah janji Putin bahwa Rusia akan merespons serangan nuklir apa pun terhadap Moskow, tetapi tidak akan pernah menjadi pihak pertama yang menyerang dengan cara seperti itu. Pernyataan itu muncul tidak lama setelah Rusia memperkenalkan persenjataan nuklirnya yang diperluas, termasuk rudal Setan II.
"Seorang agresor harus tahu bahwa balas dendam tidak dapat dihindari, bahwa dia akan dimusnahkan, dan kami akan menjadi korban agresi," kata Putin saat itu, menurut The Moscow Times.
Baca: Presiden Putin Janji Segera Kerahkan Rudal Nuklir Sarmat Rusia
"Kami akan pergi ke surga sebagai martir, dan mereka akan mati begitu saja. Mereka bahkan tidak punya waktu untuk bertobat untuk ini," ia menambahkan.
Seperti yang ditulis Davis dalam cuitannya, pernyataan "kita akan pergi ke surga sebagai martir" dari para demonstran mengacu pada komentar yang dibuat oleh Putin pada tahun 2018.
Meskipun unjuk rasa itu menyerukan tindakan, komentar yang menjadi rujukan pada demonstran itu adalah janji Putin bahwa Rusia akan merespons serangan nuklir apa pun terhadap Moskow, tetapi tidak akan pernah menjadi pihak pertama yang menyerang dengan cara seperti itu. Pernyataan itu muncul tidak lama setelah Rusia memperkenalkan persenjataan nuklirnya yang diperluas, termasuk rudal Setan II.
"Seorang agresor harus tahu bahwa balas dendam tidak dapat dihindari, bahwa dia akan dimusnahkan, dan kami akan menjadi korban agresi," kata Putin saat itu, menurut The Moscow Times.
Baca: Presiden Putin Janji Segera Kerahkan Rudal Nuklir Sarmat Rusia
"Kami akan pergi ke surga sebagai martir, dan mereka akan mati begitu saja. Mereka bahkan tidak punya waktu untuk bertobat untuk ini," ia menambahkan.
Lihat Juga :