Parlemen AS kepada Pentagon: Stop Beli Komponen Jet Tempur F-35 Turki!
Rabu, 08 Juli 2020 - 10:58 WIB
loading...
A
A
A
Pabrikan Turki terlibat dalam pembuatan lebih dari 900 suku cadang untuk F-35, dan pejabat Pentagon mengatakan pada November bahwa mereka telah menemukan pemasok pengganti untuk hampir semuanya. Memindahkan produksi dari Turki ke AS, yang diproyeksikan menelan biaya lebih dari USD500 juta untuk biaya teknik yang tidak berulang.
Para anggota parlemen menunjuk pada penyimpangan otoriter Turki di bawah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan pelanggaran hak asasi manusia di Suriah dan Irak. Meskipun tidak disebutkan dalam surat itu, CNN menyampaikan berita bulan lalu bahwa Erdogan telah sering menekan Presiden AS Donald Trump dalam panggilan telepon untuk konsesi kebijakan dan bantuan lainnya, yang mengkhawatirkan penasihat keamanan nasional Trump. (Baca juga: Terungkap, Jet Tempur Siluman F-35 AS Tak Bisa Terbang saat Badai Petir )
Anggota parlemen berpendapat kepada Esper bahwa terus membeli suku cadang melanggar NDAA 2020. "Dan pesan diplomatik yang jelas ke Turki tentang konsekuensi dari bergerak maju dengan sistem dan teknologi pertahanan Rusia," bunyi surat para anggota parlemen AS.
"Berdasarkan bocoran informasi baru-baru ini, jelas bahwa Pentagon tidak mengikuti timeline sendiri atau maksud Kongres dalam masalah ini," lanjut surat itu, seperti dikutip Defense News, Rabu (8/7/2020).
"Kami mendorong Anda untuk menguji kembali pendekatan yang sekarang dan mengambil tindakan untuk memastikan pemindahan Turki yang dipercepat dari jalur manufaktur sebagaimana diharuskan oleh undang-undang."
Para anggota parlemen menunjuk pada penyimpangan otoriter Turki di bawah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan pelanggaran hak asasi manusia di Suriah dan Irak. Meskipun tidak disebutkan dalam surat itu, CNN menyampaikan berita bulan lalu bahwa Erdogan telah sering menekan Presiden AS Donald Trump dalam panggilan telepon untuk konsesi kebijakan dan bantuan lainnya, yang mengkhawatirkan penasihat keamanan nasional Trump. (Baca juga: Terungkap, Jet Tempur Siluman F-35 AS Tak Bisa Terbang saat Badai Petir )
Anggota parlemen berpendapat kepada Esper bahwa terus membeli suku cadang melanggar NDAA 2020. "Dan pesan diplomatik yang jelas ke Turki tentang konsekuensi dari bergerak maju dengan sistem dan teknologi pertahanan Rusia," bunyi surat para anggota parlemen AS.
"Berdasarkan bocoran informasi baru-baru ini, jelas bahwa Pentagon tidak mengikuti timeline sendiri atau maksud Kongres dalam masalah ini," lanjut surat itu, seperti dikutip Defense News, Rabu (8/7/2020).
"Kami mendorong Anda untuk menguji kembali pendekatan yang sekarang dan mengambil tindakan untuk memastikan pemindahan Turki yang dipercepat dari jalur manufaktur sebagaimana diharuskan oleh undang-undang."
(min)
Lihat Juga :