Anwar Ibrahim: Saya Akan Jadi Pemimpin untuk Semua Orang Malaysia
Sabtu, 05 November 2022 - 18:00 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pidatonya, Anwar membuat referensi ke partai-partai yang berkuasa dan bersumpah untuk menjadi berbeda. “Saya ingin dukungan dari orang Melayu, Cina, India, dan penduduk asli karena ini Malaysia. Saya tidak ingin seperti partai politik seperti PAS (Parti Islam Se-Malaysia), Bersatu (Parti Pribumi Bersatu Malaysia) atau UMNO (United Malays National Organisation). Mereka memainkan sentimen rasial. Saya tidak,” tegasnya.
Baca: Raja Malaysia Tak Punya Pilihan Selain Setujui Pembubaran Parlemen
PAS adalah partai Islamis sementara Bersatu dan UMNO adalah organisasi politik nasionalis Melayu. Ketiganya merupakan bagian dari pemerintahan incumbent, yang beroperasi di bawah dua koalisi, yaitu Barisan Nasional (BN) dan Perikatan Nasional (PN).
Yang terakhir didirikan pada tahun 2020 ketika Bersatu dan beberapa anggota parlemen dari partai Anwar - Parti Keadilan Rakyat (PKR) - membelot dari PH untuk membentuk koalisi baru dengan PAS. Insiden ini umumnya dikenal sebagai Sheraton Move.
Pemilihan mendatang akan melihat tiga koalisi besar berjuang untuk merebut kursi federal pemerintah di Putrajaya. Bagi PH, yang memenangkan jajak pendapat sebelumnya pada tahun 2018, perjuangannya melawan dua koalisi yang berkuasa bisa menjadi perjuangan yang berat.
Baca: Raja Malaysia Tak Punya Pilihan Selain Setujui Pembubaran Parlemen
PAS adalah partai Islamis sementara Bersatu dan UMNO adalah organisasi politik nasionalis Melayu. Ketiganya merupakan bagian dari pemerintahan incumbent, yang beroperasi di bawah dua koalisi, yaitu Barisan Nasional (BN) dan Perikatan Nasional (PN).
Yang terakhir didirikan pada tahun 2020 ketika Bersatu dan beberapa anggota parlemen dari partai Anwar - Parti Keadilan Rakyat (PKR) - membelot dari PH untuk membentuk koalisi baru dengan PAS. Insiden ini umumnya dikenal sebagai Sheraton Move.
Pemilihan mendatang akan melihat tiga koalisi besar berjuang untuk merebut kursi federal pemerintah di Putrajaya. Bagi PH, yang memenangkan jajak pendapat sebelumnya pada tahun 2018, perjuangannya melawan dua koalisi yang berkuasa bisa menjadi perjuangan yang berat.
Lihat Juga :