Rusia Beritahu Amerika Serikat: Kami Latihan Kekuatan Nuklir!

Rabu, 26 Oktober 2022 - 03:51 WIB
loading...
Rusia Beritahu Amerika...
Rusia telah memberitahu Amerika Serikat bahwa Moskow menggelar latihan kekuatan nuklir. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Rusia telah memberitahu Amerika Serikat (AS) bahwa militer Moskow sedang bersiap untuk latihan kekuatan nuklir tahunannya. Manuver ini telah dimulai sejak17 hingga 30 Oktober 2022.

Pemerintah Amerika pada Selasa mengonfirmasi pemberitahuan dari Moskow tersebut, yang menurut Washington akan menurunkan risiko salah perhitungan pada saat retorika nuklir Rusia yang sembrono.

Amerika Serikat mengatakan pihaknya berekspektasi Rusia akan melakukan uji peluncuran rudal selama latihan tahunan pasukan nuklir strategisnya; "Grom", mencatat di masa lalu bahwa Moskow telah menembakkan rudal balistik antar-benua.

Baca juga: Jenderal Ukraina Bilang Dunia Harus Khawatir dengan Senjata Nuklir Putin

Menurut para pejabat Washington, di bawah Perjanjian New START, Rusia berkewajiban untuk memberikan pemberitahuan sebelumnya tentang peluncuran rudal tersebut.

"AS telah diberitahu, dan, seperti yang telah kami soroti sebelumnya, ini adalah latihan rutin tahunan oleh Rusia," kata juru bicara Pentagon Brigadir Jenderal Patrick Ryder pada konferensi pers yang dilansir Reuters, Rabu (26/10/2022).

Ryder menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.

Latihan tersebut menghadirkan tantangan potensial bagi Amerika Serikat dan sekutunya, karena Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperumit niatnya setelah secara terbuka mengancam akan menggunakan senjata nuklir untuk membela Rusia dalam invasinya ke Ukraina.

Rusia pada hari Selasa juga membawa tuduhan ke Dewan Keamanan PBB bahwa Ukraina sedang bersiap untuk menggunakan "bom kotor" di wilayahnya sendiri untuk kemudian dituduhkan pada Moskow. Klaim itu ditolak mentah-mentah oleh para pejabat Barat dan Ukraina sebagai informasi yang salah dan dalih untuk meningkatkan perang.

Para pejabat Barat telah menyatakan keyakinannya pada kemampuan mereka untuk membedakan perbedaan antara latihan Rusia dan setiap langkah Putin untuk mengatasi ancaman nuklirnya.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap persyaratan pemberitahuan tersebut.

"Sementara Rusia terlibat dalam agresi tak beralasan dan retorika nuklir sembrono, langkah-langkah pemberitahuan ini memastikan kami tidak terkejut dan mengurangi risiko salah persepsi," kata Price.

Dengan pasukan Ukraina maju ke provinsi Kherson yang diduduki Rusia, mengancam kekalahan besar bagi Moskow, para pejabat Rusia menelepon rekan-rekan Barat mereka pada hari Minggu dan Senin untuk mengkomunikasikan tuduhan mereka tentang "bom kotor."

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan tuduhan itu menunjukkan Moskow merencanakan serangan semacam itu dengan bahan peledak yang dicampur dengan bahan radioaktif, dan berusaha menyalahkan Kiev.

Tetapi pertanyaan juga beredar tentang apakah Moskow mungkin menggunakan senjata nuklir "taktis" dengan hasil lebih rendah.

Presiden AS Joe Biden memperingatkan Moskow pada hari Selasa bahwa langkah seperti itu akan menjadi "kesalahan yang sangat serius".

"Saya tidak menjamin Anda bahwa ini adalah operasi bendera palsu, kami tidak tahu. Tapi itu akan menjadi kesalahan serius," kata Biden.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved