Ramzan Kadyrov Tebar Ancaman: Semuanya Akan Berbeda
Rabu, 19 Oktober 2022 - 23:57 WIB
loading...
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov. Foto/Newsweek
A
A
A
MOSKOW - Pemimpin Chechnya sekaligus sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin, Ramzan Kadyrov, mengisyaratkan bahwa perang di Ukraina telah memasuki fase baru.
Beberapa minggu setelah menuntut perubahan strategi dari militer Rusia dan mengkritik bagaimana konflik telah ditangani sejauh ini, Kadyrov mengatakan: "Semuanya akan berbeda."
Kadyrov menunjuk pada pemboman baru-baru ini oleh pasukan Rusia di kota-kota besar di Ukraina, termasuk ibu kotanya, yang dimulai pada 10 Oktober.
Kiev diserang pada Senin pagi dini hari menewaskan sedikitnya empat orang. Pada hari Selasa Rusia melakukan serangan udara besar-besaran di daerah perumahan dan infrastruktur energi di banyak wilayah Ukraina, termasuk ibu kota, Kharkiv, Dnipro, Kryvyi Rih, Mykolaiv, Zaporizhzhia dan Zhytomyr.
Itu terjadi setelah serangan minggu lalu, yang menyebabkan banyak korban sipil. Putin mengatakan serangan itu sebagai tanggapan atas ledakan 8 Oktober di Jembatan Selat Kerch yang vital secara strategis meskipun Kiev belum mengaku bertanggung jawab. Jembatan itu menghubungkan daratan Rusia dengan Semenanjung Krimea yang dicaplok.
Baca: Ukraina Butuh 6 Hal Ini Jika Ingin Menang Lawan Rusia
"Komando militer dan fasilitas energi Ukraina menjadi sasaran serangan yang ditargetkan," kata Kadyrov di saluran Telegramnya.
Beberapa minggu setelah menuntut perubahan strategi dari militer Rusia dan mengkritik bagaimana konflik telah ditangani sejauh ini, Kadyrov mengatakan: "Semuanya akan berbeda."
Kadyrov menunjuk pada pemboman baru-baru ini oleh pasukan Rusia di kota-kota besar di Ukraina, termasuk ibu kotanya, yang dimulai pada 10 Oktober.
Kiev diserang pada Senin pagi dini hari menewaskan sedikitnya empat orang. Pada hari Selasa Rusia melakukan serangan udara besar-besaran di daerah perumahan dan infrastruktur energi di banyak wilayah Ukraina, termasuk ibu kota, Kharkiv, Dnipro, Kryvyi Rih, Mykolaiv, Zaporizhzhia dan Zhytomyr.
Itu terjadi setelah serangan minggu lalu, yang menyebabkan banyak korban sipil. Putin mengatakan serangan itu sebagai tanggapan atas ledakan 8 Oktober di Jembatan Selat Kerch yang vital secara strategis meskipun Kiev belum mengaku bertanggung jawab. Jembatan itu menghubungkan daratan Rusia dengan Semenanjung Krimea yang dicaplok.
Baca: Ukraina Butuh 6 Hal Ini Jika Ingin Menang Lawan Rusia
"Komando militer dan fasilitas energi Ukraina menjadi sasaran serangan yang ditargetkan," kata Kadyrov di saluran Telegramnya.
Lihat Juga :