alexametrics

NYT: Bom Kuat yang Ditanam Israel Biang Ledakan Situs Nuklir Iran

loading...
NYT: Bom Kuat yang Ditanam Israel Biang Ledakan Situs Nuklir Iran
Pemandangan tentang kerusakan bangunan setelah kebakaran terjadi di Fasilitas Nuklir Natanz, di Isfahan, Iran, 2 Juli 2020. Foto/Organisasi Energi Atom Iran/WANA/via REUTERS
A+ A-
NEW YORK CITY - New York Times (NYT), media yang berbasis di Amerika Serikat (AS) melansir laporan yang menyebut ledakan 2 Juli di situs nuklir Natanz, Iran, dipicu oleh bom yang kuat yang ditanam Israel.

Teheran awalnya meremehkan insiden ledakan dan kebakaran tersebut dengan mengklaim tidak berdampak pada fasilitas pengayaan. Namun, berselang beberapa hari negara para Mullah tersebut mengakui dampak kerusakannya parah yang dapat memperlembat pengembangan sentrifugal.

"Israel bertanggung jawab atas ledakan di situs nuklir Natanz Iran, dengan menggunakan 'bom yang kuat'," tulis NYT, Minggu (5/7/2020), mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang digambarkan sebagai pejabat intelijen Timur Tengah.

Menurut sumber NYT, insiden itu tidak berhubungan dengan ledakan lain yang terjadi di Iran sebelumnya, khususnya ledakan di dekat kompleks militer Parchin Teheran, yang beberapa laporan menyebutnya sebagai fasilitas produksi rudal. (Baca: Insiden Nuklir Natanz: Iran Awalnya Meremehkan, Kini Akui Rusak Parah)



Sebelumnya pada hari Minggu, mantan penasihat keamanan nasional Amerika Serikat John Bolton mempertanyakan apakah ledakan di Iran baru-baru ini dapat dihubungkan dan mewakili "sebuah prekursor dari serangan yang lebih besar".

NYT juga mengutip seorang anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang mengonfirmasi ledakan di situs Natanz. Anggota IRGC yang tak disebutkan namanya itu mengatakan para penyelidik telah mempertimbangkan kemungkinan bahwa rudal jelajah atau pun drone digunakan untuk menyerang Natanz, tetapi melihat skenario bom sebagai lebih mungkin.



"Episode ini mungkin akan mempercepat rencana untuk memindahkan lebih banyak fasilitas paling sensitif Iran di bawah tanah," katanya.

Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi, yang semula meremehkan insiden itu kini mengakui kerusakan di situs nuklir Natanz signifikan. Menurutnya, dampaknya dapat memperlambat pengembangan sentrifugal pengayaan uranium mutakhir.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak