David Shuker, Bani Israil Terakhir asal Arab Saudi yang Memohon pada Raja Salman untuk Mudik
Sabtu, 15 Oktober 2022 - 13:36 WIB
loading...
A
A
A
“Mereka membutuhkan kami, dan terlepas dari semua itu, pihak berwenang memperlakukan kami sebagai warga kelas dua. Kami membayar pajak tengkorak—Jizya. Orang Yahudi tidak sama dengan Muslim."
Shuker menyesalkan bahwa begitu Negara Israel didirikan, Arab Saudi menjadi lebih bermusuhan, bahkan mendorong orang-orang Yahudi di negara itu untuk berimigrasi ke Israel. "Hati mereka terbalik karena orang Palestina," kata Shuker.
"Pada tahun 1948, atas perintah raja [Saudi], kami meninggalkan Najran dan mencapai perbatasan Yaman. Tentara Yaman menerima kami dengan baik. Mereka merawat kami dan kami berada di bawah perlindungan mereka," kata Shuker.
Sementara dia meninggalkan Najran pada tahun 1948, butuh waktu hingga tahun 1951 untuk tiba di Israel.
Di Israel, Shuker membentuk keluarga besar bersama istrinya, Naomi, juga dari Najran, dan menjadi aktivis sosial dalam perjuangan terkait kasus penculikan anak Yaman.
Sementara ada orang Yahudi di Arab Saudi hari ini, semuanya adalah pekerja dari luar negeri yang memegang kewarganegaraan di negara-negara yang memiliki hubungan dengan Arab Saudi.
Orang Israel tanpa kewarganegaraan ganda tidak diizinkan mengunjungi Arab Saudi kecuali mereka menerima visa khusus yang kadang-kadang diberikan kepada pengusaha.
Shuker menyesalkan bahwa begitu Negara Israel didirikan, Arab Saudi menjadi lebih bermusuhan, bahkan mendorong orang-orang Yahudi di negara itu untuk berimigrasi ke Israel. "Hati mereka terbalik karena orang Palestina," kata Shuker.
"Pada tahun 1948, atas perintah raja [Saudi], kami meninggalkan Najran dan mencapai perbatasan Yaman. Tentara Yaman menerima kami dengan baik. Mereka merawat kami dan kami berada di bawah perlindungan mereka," kata Shuker.
Sementara dia meninggalkan Najran pada tahun 1948, butuh waktu hingga tahun 1951 untuk tiba di Israel.
Di Israel, Shuker membentuk keluarga besar bersama istrinya, Naomi, juga dari Najran, dan menjadi aktivis sosial dalam perjuangan terkait kasus penculikan anak Yaman.
Sementara ada orang Yahudi di Arab Saudi hari ini, semuanya adalah pekerja dari luar negeri yang memegang kewarganegaraan di negara-negara yang memiliki hubungan dengan Arab Saudi.
Orang Israel tanpa kewarganegaraan ganda tidak diizinkan mengunjungi Arab Saudi kecuali mereka menerima visa khusus yang kadang-kadang diberikan kepada pengusaha.
(min)
Lihat Juga :