Duh Senangnya, Ukraina Terima Unit Pertama Sistem Pertahanan Udara Jerman IRIS-T

Kamis, 13 Oktober 2022 - 00:45 WIB
loading...
Duh Senangnya, Ukraina...
Sistem pertahanan udara mutakhir IRIS-T buatan Jerman. Foto/twitter
A A A
KIEV - Unit pertama sistem pertahanan udara mutakhir IRIS-T Jerman telah tiba di Ukraina. Menteri Pertahanan (Menhan) Ukraina Alexey Reznikov telah mengkonfirmasi hal itu.

Menhan Jerman Christine Lambrecht menggambarkan pengiriman itu sebagai kontribusi penting bagi kemampuan Ukraina untuk mempertahankan diri dari “penembakan rudal.”

Melalui Twitter pada Rabu (12/10/2022), Reznikov menulis, “Era baru pertahanan udara telah dimulai di (Ukraina). IRIS-T dari (Jerman) sudah ada di sini.”

Menteri tersebut mencatat Kiev membutuhkan lebih banyak senjata semacam ini, dengan alasan melindungi langit di atas Ukraina dari “negara teroris” Rusia adalah “keharusan moral.”

Baca juga: CEO Gazprom: Seluruh Kota di Eropa Bisa Beku saat Puncak Musim Dingin

Beberapa jam kemudian, Kementerian Pertahanan (Kemhan) Jerman memposting tweetnya sendiri, menekankan Berlin telah menepati janjinya dan mengumumkan, “Sistem pertahanan udara IRIS-T SLM pertama telah tiba di #Ukraina.”

Dalam pesan tindak lanjut, pejabat kementerian mengutip bos mereka Christine Lambrecht yang memuji pengiriman itu sebagai, "Dukungan yang sangat penting bagi Ukraina dalam perjuangannya melawan penembakan rudal, melawan teror."

Outlet media Der Spiegel melaporkan pengiriman sudah dilakukan pada Selasa.

Baca juga: Kini Giliran Jaringan Pipa Minyak Rusia ke Jerman yang Bocor

Kanselir Jerman Olaf Scholz membuat janji pada Juni, dengan pengiriman awalnya dijadwalkan untuk November.

Sebanyak empat unit yang terdiri dari kendaraan komando, kendaraan radar, dan truk peluncur dijadwalkan tiba di Ukraina sekitar tahun 2023.

Menurut laporan media, Kiev meminta setidaknya selusin sistem pertahanan udara ultra-modern ini dan menawarkan membelinya langsung dari pabrikan, Diehl Defense.

Der Spiegel mengklaim tiga unit yang dijanjikan Berlin bahkan belum diproduksi.

Sementara itu, militer Jerman sendiri belum menerima satu unit pun dari varian sistem IRIS-T berbasis darat.

Ini menggarisbawahi kekhawatiran yang disuarakan beberapa politisi dan media Jerman bahwa Berlin secara serius menghabiskan persediaan senjatanya sendiri dengan memasok perangkat keras ke Kiev.

Sementara itu, Ukraina sampai saat ini secara konsisten mengecam Jerman atas keengganannya menyediakan persenjataan berat.

Dengan jangkauan efektif yang diyakini hingga 40 km, sistem pertahanan udara agak mahal, menurut mantan Duta Besar Ukraina untuk Jerman Andrey Melnik.

Berbicara kepada majalah Wirtschaftswoche pada Juni, diplomat itu memperkirakan satu unit semacam itu dapat menelan biaya sekitar 140 juta euro atau USD135,4 juta.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 
Rekomendasi
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
Latja di Polres Malang,...
Latja di Polres Malang, Taruna Akpol Didorong Pahami Implementasi Program Presisi
Resmi Rujuk, Pihak Clara...
Resmi Rujuk, Pihak Clara Shinta Sebut Ada Konsekuensi Jika Suami Langgar Perjanjian Damai
Berita Terkini
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved