Hamas-Fatah Bersatu Menentang Aneksasi Tepi Barat, Rusia Semringah
Sabtu, 04 Juli 2020 - 13:24 WIB
loading...
A
A
A
Rencana itu menuai kecaman dan kemarahan internasional.
Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dipandang sebagai wilayah pendudukan di bawah hukum internasional, sehingga membuat semua pemukiman Yahudi di sana - serta aneksasi yang direncanakan - ilegal.
Selain mendapat kecaman dunia internasional, kebijakan Israel itu membuat dua faksi di Palestina yang selama ini bertentang yaitu Fatah dan Hamas memutuskan untuk bersatu.
Janji bersatu disampaikan kedua pihak dalam sebuah konferensi pers bersama yang langka pada hari Kamis.
"Kami akan memberlakukan semua langkah yang diperlukan untuk memastikan persatuan nasional dalam upaya menentang aneksasi," kata pejabat senior Fatah Jibril Rajub di Ramallah pada konferensi pers virtual dengan pejabat Hamas Saleh al-Arouri yang berada di Beirut, Lebanon. (Baca: Rencana Israel Caplok Tepi Barat Membuat Fatah dan Hamas Bersatu )
Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dipandang sebagai wilayah pendudukan di bawah hukum internasional, sehingga membuat semua pemukiman Yahudi di sana - serta aneksasi yang direncanakan - ilegal.
Selain mendapat kecaman dunia internasional, kebijakan Israel itu membuat dua faksi di Palestina yang selama ini bertentang yaitu Fatah dan Hamas memutuskan untuk bersatu.
Janji bersatu disampaikan kedua pihak dalam sebuah konferensi pers bersama yang langka pada hari Kamis.
"Kami akan memberlakukan semua langkah yang diperlukan untuk memastikan persatuan nasional dalam upaya menentang aneksasi," kata pejabat senior Fatah Jibril Rajub di Ramallah pada konferensi pers virtual dengan pejabat Hamas Saleh al-Arouri yang berada di Beirut, Lebanon. (Baca: Rencana Israel Caplok Tepi Barat Membuat Fatah dan Hamas Bersatu )
(ber)
Lihat Juga :