Horor, Tubuh yang Diduga Kapten Militer Rusia Dilahap Kawanan Babi di Ukraina

Sabtu, 01 Oktober 2022 - 05:27 WIB
loading...
Horor, Tubuh yang Diduga Kapten Militer Rusia Dilahap Kawanan Babi di Ukraina
Kawanan babi memakan tubuh yang diduga kapten militer Rusia di Ukraina. Foto/@gruz_200_rus/Telegram
A A A
KIEV - Sebuah video mengerikan yang beredar secara online menunjukkan sekelompok babi di Ukraina melahap tubuh seorang pria yang diduga kapten militer Rusia.

Video rekaman kamera ponsel berdurasi 14 detik itu dibagikan di saluran Telegram "Cargo 200" yang kontroversial. Di saluran itu pula, para pembela Ukraina telah mem-posting foto dan video berdarah tentara Rusia yang tewas dalam perang dengan tujuan untuk memicu kerusuhan politik di Mokosw.

Nama "Cargo 200" mengacu pada kode militer Rusia untuk pengangkutan korban jiwa dari medan perang.

Baca juga: Eks Penasihat Gedung Putih: Rusia dan Barat Telah Perang Dunia III

Video yang di-posting di saluran Telegram tersebut menunjukkan enam babi peternakan besar berdiri di atas apa yang tampak seperti mayat manusia. Setidaknya empat babi tampak aktif melahap sisa-sisa jasad.

Pria yang merekam video tersebut mengatakan dalam bahasa Ukraina bahwa pria yang tewas tersebut adalah seorang kapten militer Rusia.

Kendati demikian, keaslian video tersebut belum bisa diverifikasi secara independen.

Tidak diketahui di mana rekaman video itu diambil, tetapi menampilkan gambar bangunan yang rusak berat.

Video terbaru lainnya yang dibagikan di saluran Telegram yang sama menunjukkan mayat tentara Rusia yang hancur di tempat terbuka yang berlumpur dan tergenang air.

“Putin mengirim umpan meriam ke kematiannya,” bunyi keterangan dalam video itu, seperti dikutip New York Post, Jumat (30/9/2022), merujuk pada dekrit Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini yang memerintahkan mobilisasi setidaknya 300.000 tentara cadangan untuk menguatkan pasukannya yang babak belur di tengah serangan balasan dari pasukan Kiev.

Beberapa wajib militer baru dilaporkan dikirim ke garis depan di Ukraina tanpa pelatihan apa pun.
(min)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1891 seconds (11.210#12.26)