alexametrics

Iran Rahasiakan Penyebab Insiden Misterius di Situs Nuklir Natanz

loading...
Iran Rahasiakan Penyebab Insiden Misterius di Situs Nuklir Natanz
Pemandangan tentang kerusakan bangunan setelah kebakaran terjadi di Fasilitas Nuklir Natanz, di Isfahan, Iran, 2 Juli 2020. Foto/Organisasi Energi Atom Iran/WANA/via REUTERS
A+ A-
TEHERAN - Dewan Keamanan Nasional Iran telah menentukan penyebab insiden ledakan misterius yang merusak fasilitas pengayaan nuklir Natanz. Namun, dewan tersebut menolak mengungkapkannya dengan alasan "pertimbangan keamanan".

Sebuah insiden misterius terjadi di kompleks situs nuklir tersebut pada hari Kamis lalu. Foto-foto yang diterbitkan oleh Organisasi Energi Atom Iran menunjukkan sebuah gudang dengan kondisi terbakar sebagian dan sebuah pintu terlepas dari engselnya.

Gubernur Isfahan di mana kota Natanz berada, Ramazanali Ferdosi, mengatakan insiden itu menyebabkan kebakaran. Namun, dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

"Penyebab utama insiden telah ditentukan," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Iran Keyvan Khoshravi seperti dikutip dari kantor berita Tasnim, Sabtu (4/7/2020). (Baca: Jet Tempur Siluman F-35 Israel Diklaim Biang Ledakan Situs Militer Iran)



"Karena beberapa masalah keamanan, penyebab dan cara insiden ini akan diumumkan pada waktu yang tepat," ujarnya, sebelum mengonfirmasi bahwa tidak ada bahan nuklir di tempat kejadian, dan tidak ada kebocoran bahan radioaktif.

Dianggap sebagai fasilitas pengayaan uranium utama Iran, situs Natanz adalah lynchpin dalam program nuklir Republik Islam Iran. Aktivitas di situs itu dipantau oleh Badan Energi Atom Internasional di bawah kesepakatan tahun 2015 yang ditandatangani oleh Iran bersama negara-negara kekuatan nuklir dunia.



Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump "mengkhianati" perjanjian itu dengan menarik Washington keluar dari kesepakatan pada tahun 2018. Alasannya, Iran tidak mematuhi perjanjian tersebut.

Masih belum jelas apa "masalah keamanan" apa yang dimaksud oleh Khoshravi. Namun, situs Natanz telah ditargetkan sebelumnya, dan pada tahun 2010 dilanda serangan siber Stuxnet, sebuah operasi canggih yang menghancurkan sebanyak 1.000 sentrifugal. AS dan Israel dicurigai meluncurkan serangan siber itu.
(min)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak