Eks Panglima NATO: Putin Akan Ditinggalkan China Jika Gunakan Senjata Nuklir
Senin, 26 September 2022 - 12:01 WIB
loading...
A
A
A
Selama berbulan-bulan, televisi pemerintah Rusia telah membingkai perang di Ukraina sebagai pertempuran antara Barat dan Rusia, yang tujuannya dapat dipercepat jika Kremlin menggunakan sekitar 6.000 hulu ledak nuklir.
Dalam sebuah wawancara di Cats Roundtable WABC 770, Stavridis mengatakan, "Putin tidak serius mempertimbangkan untuk menggunakan senjata nuklir."
“Dia tahu jika dia melakukannya, itu akan menyebabkan dunia sepenuhnya berbalik melawannya," ujarnya.
"Dia bahkan akan kehilangan dukungan dari China, Iran. Tidak ada yang akan mendukung Rusia yang menggunakan senjata nuklir. Jadi, saya tidak menganggapnya serius," paparnya.
Pekan lalu, mantan Perdana Menteri Rusia Mikhail Kasyanov mengatakan bahwa dia juga percaya bahwa ancaman perang nuklir oleh Putin adalah "kosong".
"Dia telah mencoba membuat orang takut karena penggunaan senjata nuklir, tetapi saya pikir ini dalam kategori gertakan," kata Kasyanov.
Dalam sebuah wawancara di Cats Roundtable WABC 770, Stavridis mengatakan, "Putin tidak serius mempertimbangkan untuk menggunakan senjata nuklir."
“Dia tahu jika dia melakukannya, itu akan menyebabkan dunia sepenuhnya berbalik melawannya," ujarnya.
"Dia bahkan akan kehilangan dukungan dari China, Iran. Tidak ada yang akan mendukung Rusia yang menggunakan senjata nuklir. Jadi, saya tidak menganggapnya serius," paparnya.
Pekan lalu, mantan Perdana Menteri Rusia Mikhail Kasyanov mengatakan bahwa dia juga percaya bahwa ancaman perang nuklir oleh Putin adalah "kosong".
"Dia telah mencoba membuat orang takut karena penggunaan senjata nuklir, tetapi saya pikir ini dalam kategori gertakan," kata Kasyanov.
Lihat Juga :