Ukraina Diam-diam Minta AS Kirim Beragam Senjata Canggih, Ini Daftarnya
Minggu, 18 September 2022 - 00:30 WIB
loading...
A
A
A
Namun, menurut sumber Politico, pembicaraan tentang pengiriman Patriot, F-16, dan Gray Eagles “pada titik tertentu” berlanjut pada tingkat rendah.
“AS sejauh ini menolak seruan memasok persenjataan ini, tidak hanya karena kekhawatiran langkah itu akan memprovokasi Moskow, tetapi juga karena tantangan pemeliharaan yang akan dihadapi pasukan Kiev jika mereka akhirnya menerima peralatan tersebut,” ungkap outlet tersebut.
Isu lain dikatakan bagaimana memprioritaskan pasokan, karena banyak sekutu AS di Eropa, Timur Tengah, dan kawasan Pasifik juga menginginkan senjata ini.
Banyak negara Eropa Timur, misalnya, tampaknya menginginkan pesawat tempur F-16 buatan AS untuk menggantikan perangkat keras Rusia atau era Soviet yang sudah ketinggalan zaman.
Politico mengatakan AS sedang mempertimbangkan apakah akan mengirim Patriot ke Kiev "sebagai bagian dari strategi jangka panjang," mengingat tidak jelas kapan konflik akan berakhir.
Menurut laporan itu, pembahasan tentang masalah ini masih dalam tahap awal. Keputusan akhir akan dibuat Presiden AS Joe Biden.
“AS sejauh ini menolak seruan memasok persenjataan ini, tidak hanya karena kekhawatiran langkah itu akan memprovokasi Moskow, tetapi juga karena tantangan pemeliharaan yang akan dihadapi pasukan Kiev jika mereka akhirnya menerima peralatan tersebut,” ungkap outlet tersebut.
Isu lain dikatakan bagaimana memprioritaskan pasokan, karena banyak sekutu AS di Eropa, Timur Tengah, dan kawasan Pasifik juga menginginkan senjata ini.
Banyak negara Eropa Timur, misalnya, tampaknya menginginkan pesawat tempur F-16 buatan AS untuk menggantikan perangkat keras Rusia atau era Soviet yang sudah ketinggalan zaman.
Politico mengatakan AS sedang mempertimbangkan apakah akan mengirim Patriot ke Kiev "sebagai bagian dari strategi jangka panjang," mengingat tidak jelas kapan konflik akan berakhir.
Menurut laporan itu, pembahasan tentang masalah ini masih dalam tahap awal. Keputusan akhir akan dibuat Presiden AS Joe Biden.
Lihat Juga :