Jet Tempur Su-35 Rusia Hancurkan Sistem Pertahanan Udara Ukraina dengan Rudal Khusus
Kamis, 15 September 2022 - 08:22 WIB
loading...
A
A
A
Tak lama setelah video itu dirilis, surat kabar Rusia; Izvestia pada Kamis (15/9/2022), menerbitkan laporan yang disertai dengan video yang memberikan rincian lebih lanjut tentang "operasi militer khusus".
Pilot Su-35S, Alexander, mengatakan kepada Izvestia bahwa dia menemukan target pemancar radio saat terbang di jalur tempurnya dan melaporkannya ke pos komando, setelah itu dia menerima izin untuk menghancurkan target.
“Setelah saya diberi izin, saya meluncurkan rudal ke target darat,” kata Alexander.
Alexander juga menjelaskan bahwa pesawat tempur Rusia diterbangkan di atas awan hingga target terdeteksi. Saat berbicara tentang pesawatnya, Su-35S, dia mengatakan bahwa pesawat tempur itu dapat digunakan untuk berbagai tujuan.
“Pesawat ini multifungsi. Ini tidak hanya berfungsi sebagai pesawat tempur udara-ke-udara, tetapi juga bekerja dengan peluru kendali udara-ke-permukaan. Juga melakukan pengeboman dengan berbagai jenis amunisi,” kata Alexander.
Rudal Kh-31P diduga telah digunakan Rusia sejak awal invasinya ke Ukraina. Gambar-gambar yang pernah muncul di media sosial menunjukkan sisa-sisa dari rudal Kh-31P di Ukraina ditemukan di pusat kota Kiev pada 24 Februari atau hari pertama invasi.
Pilot Su-35S, Alexander, mengatakan kepada Izvestia bahwa dia menemukan target pemancar radio saat terbang di jalur tempurnya dan melaporkannya ke pos komando, setelah itu dia menerima izin untuk menghancurkan target.
“Setelah saya diberi izin, saya meluncurkan rudal ke target darat,” kata Alexander.
Alexander juga menjelaskan bahwa pesawat tempur Rusia diterbangkan di atas awan hingga target terdeteksi. Saat berbicara tentang pesawatnya, Su-35S, dia mengatakan bahwa pesawat tempur itu dapat digunakan untuk berbagai tujuan.
“Pesawat ini multifungsi. Ini tidak hanya berfungsi sebagai pesawat tempur udara-ke-udara, tetapi juga bekerja dengan peluru kendali udara-ke-permukaan. Juga melakukan pengeboman dengan berbagai jenis amunisi,” kata Alexander.
Rudal Kh-31P diduga telah digunakan Rusia sejak awal invasinya ke Ukraina. Gambar-gambar yang pernah muncul di media sosial menunjukkan sisa-sisa dari rudal Kh-31P di Ukraina ditemukan di pusat kota Kiev pada 24 Februari atau hari pertama invasi.
Lihat Juga :