Pandemi Tak Kunjung Reda, Trump Mengaku Kian Sebal pada China
Rabu, 01 Juli 2020 - 18:30 WIB
loading...
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengaku semakin marah kepada China karena pandemi Covid-19 tidak kunjung mereda. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengaku semakin marah kepada China karena pandemi Covid-19 tidak kunjung mereda. AS adalah negara paling terdampak pandemi, yang bermula dari kota Wuhan pada Desember tahun lalu tersebut.
Dalam sebuah pernyataan di akun Twitternya, Trump mengatakan bahwa pandemi itu benar-benar telah menghancurkan AS. Oleh karena itu, jelas Trump, dia semakin marah dengan China.
( Baca juga: Bertambah 1.385, Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Menjadi 57.770 )
"Ketika saya menyaksikan pandemi menyebar wajahnya yang buruk di seluruh dunia, termasuk kerusakan luar biasa yang telah terjadi pada AS, saya menjadi semakin marah pada China. Orang-orang dapat melihatnya, dan saya dapat merasakannya," kicau Trump, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (1/7/2020).
Kicauan itu datang ketika AS, menurut Universitas Johns Hopkins, mencatat lebih dari 2,6 juta kasus yang dikonfirmasi dan lebih dari 127 ribu kematian akibat virus tersebut.
Kasus baru Covid-19 di AS sendiri melonjak lebih dari 47 ribu pada Selasa waktu setempat. Lonjakan ini adalah yang terbesar sejak dimulainya pandemi, terjadi seiring peringatan pakar penyakit menular pemerintah AS bahwa jumlahnya dapat segera berlipat ganda.
California, Texas dan Arizona telah muncul sebagai episentrum baru pandemi di AS. Wilayah-wilayah itu melaporkan rekor peningkatan kasus baru Covid-19.
( Baca juga: AS Borong Hampir Seluruh Pasokan Global Obat Covid-19 Remdesivir )
Anthony Fauci, kepala Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular mengatakan peningkatan harian dalam kasus-kasus baru dapat mencapai 100.000 kecuali dorongan nasional dibuat untuk memadamkan virus yang bangkit kembali.
Dalam sebuah pernyataan di akun Twitternya, Trump mengatakan bahwa pandemi itu benar-benar telah menghancurkan AS. Oleh karena itu, jelas Trump, dia semakin marah dengan China.
( Baca juga: Bertambah 1.385, Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Menjadi 57.770 )
"Ketika saya menyaksikan pandemi menyebar wajahnya yang buruk di seluruh dunia, termasuk kerusakan luar biasa yang telah terjadi pada AS, saya menjadi semakin marah pada China. Orang-orang dapat melihatnya, dan saya dapat merasakannya," kicau Trump, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (1/7/2020).
Kicauan itu datang ketika AS, menurut Universitas Johns Hopkins, mencatat lebih dari 2,6 juta kasus yang dikonfirmasi dan lebih dari 127 ribu kematian akibat virus tersebut.
Kasus baru Covid-19 di AS sendiri melonjak lebih dari 47 ribu pada Selasa waktu setempat. Lonjakan ini adalah yang terbesar sejak dimulainya pandemi, terjadi seiring peringatan pakar penyakit menular pemerintah AS bahwa jumlahnya dapat segera berlipat ganda.
California, Texas dan Arizona telah muncul sebagai episentrum baru pandemi di AS. Wilayah-wilayah itu melaporkan rekor peningkatan kasus baru Covid-19.
( Baca juga: AS Borong Hampir Seluruh Pasokan Global Obat Covid-19 Remdesivir )
Anthony Fauci, kepala Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular mengatakan peningkatan harian dalam kasus-kasus baru dapat mencapai 100.000 kecuali dorongan nasional dibuat untuk memadamkan virus yang bangkit kembali.
(esn)
Lihat Juga :