Canberra Patut Waswas, Pulau Dekat Australia Ini Bisa Dijual ke China

Kamis, 25 Agustus 2022 - 04:41 WIB
loading...
Canberra Patut Waswas,...
Pulau Konflik. Foto/maritime executive
A A A
CANBERRA - Australia melakukan banyak hal untuk menantang China tanpa membeli Kepulauan Konflik. Hal itu diungkapkan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, kepada media lokal.

Pulau-pulau, yang pemiliknya saat ini telah mengancam akan menjualnya ke Beijing, terdiri dari 21 atol karang yang terletak di lepas pantai timur Australia antara Papua Nugini dan Kepulauan Solomon.

Memperhatikan bahwa Pulau Konflik hanya beberapa dari lebih dari 500 pulau di daerah itu, Albanese berpendapat bahwa pembayar pajak Australia tidak dalam posisi untuk membeli semuanya hanya agar China tidak menguasai salah satu dari mereka.

Plus, itu akan menjadi preseden yang mengerikan.

Baca juga: 100 Jet Tempur Australia Ikut dalam Latihan Perang Pitch Black

"Jika penjual aset datang melalui media (untuk) mengatakan, 'Saya ingin Australia membeli ini atau ada implikasinya, kami akan menjualnya ke China', pikirkan di mana itu berakhir, dalam hal pembayar pajak," katanya seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (25/8/2022).

Pemilik pulau saat ini, pensiunan pengusaha Ian Gowrie-Smith, telah mengirim email kepada Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong pada bulan Juni dengan tawaran untuk menjualnya seharga USD25 juta atau sekitar Rp370 miliar.

Ia menunjukkan terletak strategis di dekat salah satu jalur pelayaran utama Australia dan tiga kabel data besar yang membawa data Australia di sepanjang dasar laut, Kepulauan Konflik menimbulkan kepentingan keamanan nasional tambahan mengingat penandatanganan pakta keamanan Kepulauan Solomon baru-baru ini dengan China.

Gowrie-Smith memperingatkan bahwa jika dia tidak menerima tanggapan, dia akan menjualnya ke Beijing.

Baca juga: Utusan China Minta Australia Bersikap Hati-hati atas Taiwan

Tanpa tanggapan yang akan datang, Gowrie-Smith melakukan putaran media, menyatakan bahwa dia “bingung” oleh kurangnya peminat mengingat bahwa setidaknya salah satu atol dapat memuat landasan militer dan mengklaim bahwa “agennya” sudah berbicara dengan pembeli dari China.

“Saya tidak tahu apakah (kesepakatan yang diusulkan) bersifat strategis, tetapi faktanya mereka punya uang,” katanya.

Albanese bersikeras pemerintahnya lebih unggul dari pendahulunya dalam memproyeksikan kekuatan regional melawan China, mengutip kunjungan ke beberapa negara Pasifik sejak mengambil alih pemerintahan pada Mei lalu.

“Kami akan melihat transaksi khusus ini,” dia mempertimbangkan sebelum menjelaskan bahwa itu benar-benar masalah bagi Papua Nugini, yang wilayah kedaulatannya berada di pulau-pulau itu.

Baca juga: China Dilaporkan Berniat Buat Torpedo Poseidon Mini yang Mampu Capai Australia

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
AS Janji Ubah Hubungan...
AS Janji Ubah Hubungan dengan Iran secara Drastis, jika...
Rekomendasi
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
China Kelabakan, Pelabuhan...
China Kelabakan, Pelabuhan Terusan Panama Dijual ke AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved