Ukraina Dilaporkan Kembali Serang Lapangan Udara Rusia di Crimea
Rabu, 17 Agustus 2022 - 15:32 WIB
loading...
A
A
A
Jadi masuk akal bahwa pesawat tak berawak yang sarat bahan peledak tampaknya dalam misi satu arah menghantam pangkalan Hvardiiske. Lapangan terbang itu terlalu jauh di dalam garis Rusia untuk bisa ditembus dengan aman oleh pesawat tempur berawak Ukraina, dan terlalu jauh untuk dijangkau oleh rudal balistik dan jelajah Ukraina.
Kecuali tentu saja Ukraina diam-diam telah mengembangkan rudal jarak jauh. Perlu dicatat bahwa serangan 9 Agustus di Saki, yang berpotensi menghancurkan puluhan pesawat tempur Su-24 dan Su-30 milik Armada Laut Hitam, memiliki ciri khas serangan rudal balistik. Yakni, kawah yang lebar dan dalam. Saki terletak 120 mil dari garis depan.
Baca juga: Pangkalan Crimea Dibumihanguskan, Mengapa Sistem Rudal S-400 Rusia Tak Beraksi?
Di antara rudal balistik, rudal jelajah, pesawat tak berawak, pasukan operasi khusus dan penyabot, Ukraina sekarang dapat menahan risiko target Rusia sejauh 150 mil dari garis kontak. Serangan Saki memaksa Armada Laut Hitam untuk merelokasi pesawat tempur yang masih bisa diguakan dari pangkalan itu. Serangan di Hvardiiske dapat menyebabkan armada menarik kembali pesawatnya lebih jauh.
Semakin jauh pangkalan pesawat tempur dari pertempuran, semakin banyak bahan bakar yang harus dibakar pesawat untuk mencapai targetnya dan semakin sedikit waktu yang dihabiskannya di medan perang. Angkatan udara Rusia hanya memiliki 19 pesawat tanker Il-78. Mereka terlalu sedikit dan terlalu sibuk mendukung pembom strategis angkatan udara untuk membantu menerbangkan jet tempur menuju front Ukraina.
Bukan rahasia lagi bahwa angkatan bersenjata Ukraina telah memusatkan pasukan dan artileri terbaik mereka di sekitar Kherson bahkan menerima beberapa kerugian teritorial di timur untuk melakukannya. Pada bulan Mei, pasukan tersebut menyeberangi Sungai Inhulets di utara Kherson, menciptakan penginapan yang, secara teori, dapat mendukung serangan balasan yang lebih luas di selatan.
Tetapi pasukan Ukraina termasuk Brigade Tank ke-17 tampaknya belum menembus terlalu jauh ke selatan Inhulets. Ada kemungkinan komandan sedang menunggu serangan mendalam Ukraina untuk memotong dan membuat Angkatan Darat Gabungan (CAA) ke-49 Rusia kelaparan di dan sekitar Kherson.
Kecuali tentu saja Ukraina diam-diam telah mengembangkan rudal jarak jauh. Perlu dicatat bahwa serangan 9 Agustus di Saki, yang berpotensi menghancurkan puluhan pesawat tempur Su-24 dan Su-30 milik Armada Laut Hitam, memiliki ciri khas serangan rudal balistik. Yakni, kawah yang lebar dan dalam. Saki terletak 120 mil dari garis depan.
Baca juga: Pangkalan Crimea Dibumihanguskan, Mengapa Sistem Rudal S-400 Rusia Tak Beraksi?
Di antara rudal balistik, rudal jelajah, pesawat tak berawak, pasukan operasi khusus dan penyabot, Ukraina sekarang dapat menahan risiko target Rusia sejauh 150 mil dari garis kontak. Serangan Saki memaksa Armada Laut Hitam untuk merelokasi pesawat tempur yang masih bisa diguakan dari pangkalan itu. Serangan di Hvardiiske dapat menyebabkan armada menarik kembali pesawatnya lebih jauh.
Semakin jauh pangkalan pesawat tempur dari pertempuran, semakin banyak bahan bakar yang harus dibakar pesawat untuk mencapai targetnya dan semakin sedikit waktu yang dihabiskannya di medan perang. Angkatan udara Rusia hanya memiliki 19 pesawat tanker Il-78. Mereka terlalu sedikit dan terlalu sibuk mendukung pembom strategis angkatan udara untuk membantu menerbangkan jet tempur menuju front Ukraina.
Bukan rahasia lagi bahwa angkatan bersenjata Ukraina telah memusatkan pasukan dan artileri terbaik mereka di sekitar Kherson bahkan menerima beberapa kerugian teritorial di timur untuk melakukannya. Pada bulan Mei, pasukan tersebut menyeberangi Sungai Inhulets di utara Kherson, menciptakan penginapan yang, secara teori, dapat mendukung serangan balasan yang lebih luas di selatan.
Tetapi pasukan Ukraina termasuk Brigade Tank ke-17 tampaknya belum menembus terlalu jauh ke selatan Inhulets. Ada kemungkinan komandan sedang menunggu serangan mendalam Ukraina untuk memotong dan membuat Angkatan Darat Gabungan (CAA) ke-49 Rusia kelaparan di dan sekitar Kherson.
Lihat Juga :