Pangeran Arab Saudi Investasi Rp7,3 Triliun di Rusia sejak Perang Ukraina Dimulai
Senin, 15 Agustus 2022 - 08:39 WIB
loading...
A
A
A
Pengajuan bursa tidak menunjukkan kapan perusahaan Pangeran Alwaleed melakukan investasi tertentu, tetapi setelah perang di Ukraina dimulai pada 24 Februari, investasi sang pangeran di perusahaan-perusahaan itu turun dengan cepat nilainya.
Tetapi pengajuan bursa itu menunjukkan bahwa Kingdom Holding telah menginvestasikan USD3,4 miliar dalam ekuitas global dan penerimaan penyimpanan sejak 2020.
Awal tahun ini, Pangeran Alwaleed menjual 625 juta saham, atau 16,87 persen, dari Kingdom Holding Co miliknya, senilai sekitar USD1,5 miliar, menurut catatan resmi kepada lembaga dana kekayaan negara Arab Saudi.
Alwaleed adalah cucu almarhum Raja Abdulaziz, pendiri Arab Saudi modern. Pangeran Alwaleed tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Kerajaan Arab Saudi dan dikenal secara internasional sebagai investor utama, termasuk di perusahaan global seperti Twitter dan Uber.
Pada tahun 2017, miliarder berusia 67 tahun itu termasuk di antara ratusan pangeran dan pebisnis Arab Saudi yang dipenjara oleh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di hotel Ritz Carlton Riyadh dan dipaksa untuk menyerahkan sejumlah besar uang tunai dalam apa yang oleh pihak berwenang digambarkan sebagai upaya anti-korupsi.
Tetapi pengajuan bursa itu menunjukkan bahwa Kingdom Holding telah menginvestasikan USD3,4 miliar dalam ekuitas global dan penerimaan penyimpanan sejak 2020.
Awal tahun ini, Pangeran Alwaleed menjual 625 juta saham, atau 16,87 persen, dari Kingdom Holding Co miliknya, senilai sekitar USD1,5 miliar, menurut catatan resmi kepada lembaga dana kekayaan negara Arab Saudi.
Alwaleed adalah cucu almarhum Raja Abdulaziz, pendiri Arab Saudi modern. Pangeran Alwaleed tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Kerajaan Arab Saudi dan dikenal secara internasional sebagai investor utama, termasuk di perusahaan global seperti Twitter dan Uber.
Pada tahun 2017, miliarder berusia 67 tahun itu termasuk di antara ratusan pangeran dan pebisnis Arab Saudi yang dipenjara oleh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di hotel Ritz Carlton Riyadh dan dipaksa untuk menyerahkan sejumlah besar uang tunai dalam apa yang oleh pihak berwenang digambarkan sebagai upaya anti-korupsi.
Lihat Juga :