Pakar Perang: Rudal DF-21 Pembunuh Kapal Induk Momok bagi AS, China Cukup Gila
Senin, 15 Agustus 2022 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
"Saya pikir apa yang juga akan Anda lihat adalah uji coba dua rudal spesifik China yang sangat penting," ujarnya.
"Satu disebut DF21-D dan satu lagi disebut DF-26D," katanya, yang dilansir Senin (15/8/2022).
"Saya menyebut yang ini karena mereka adalah apa yang oleh banyak ahli disebut 'rudal pembunuh kapal induk' atau 'rudal pembunuh Angkatan Laut'."
“Itu adalah rudal yang secara khusus dibuat oleh China sehingga jika skenario ini terjadi—skenario perang di Taiwan—mereka akan dapat melakukan banyak kerusakan pada Angkatan Laut AS jika mereka berada dalam jarak 500 mil dari pantai China," papar Kazianis.
“Dan China memiliki begitu banyak rudal ini, sehingga sangat tidak mungkin Angkatan Laut AS dapat menembak jatuh semuanya," imbuh dia.
"Sangat mungkin Angkatan Laut AS akan kehilangan kapal induk. Itu pada dasarnya taruhannya—mereka cukup gila," lanjut Kazianis.
Dia juga memperingatkan bahwa Presiden China Xi Jinping dapat menggunakan senjata dalam "serangan gerombolan", yang melibatkan ratusan rudal.
"Mereka akan menggunakannya dalam skenario di mana, katakanlah, China memutuskan untuk menyerang Taiwan dan mereka mulai mengumpulkan kekuatan untuk masuk," katanya.
"Satu disebut DF21-D dan satu lagi disebut DF-26D," katanya, yang dilansir Senin (15/8/2022).
"Saya menyebut yang ini karena mereka adalah apa yang oleh banyak ahli disebut 'rudal pembunuh kapal induk' atau 'rudal pembunuh Angkatan Laut'."
“Itu adalah rudal yang secara khusus dibuat oleh China sehingga jika skenario ini terjadi—skenario perang di Taiwan—mereka akan dapat melakukan banyak kerusakan pada Angkatan Laut AS jika mereka berada dalam jarak 500 mil dari pantai China," papar Kazianis.
“Dan China memiliki begitu banyak rudal ini, sehingga sangat tidak mungkin Angkatan Laut AS dapat menembak jatuh semuanya," imbuh dia.
"Sangat mungkin Angkatan Laut AS akan kehilangan kapal induk. Itu pada dasarnya taruhannya—mereka cukup gila," lanjut Kazianis.
Dia juga memperingatkan bahwa Presiden China Xi Jinping dapat menggunakan senjata dalam "serangan gerombolan", yang melibatkan ratusan rudal.
"Mereka akan menggunakannya dalam skenario di mana, katakanlah, China memutuskan untuk menyerang Taiwan dan mereka mulai mengumpulkan kekuatan untuk masuk," katanya.
Lihat Juga :