Viral, Pasangan di AS Todongkan Senjata ke Demonstran BLM

Selasa, 30 Juni 2020 - 09:38 WIB
loading...
Viral, Pasangan di AS...
Pasangan suami istri membidikkan senjata api ke kelompok demonstran Black Lives Matter (BLM) di St Louis, Missouri, Amerika Serikat, 28 Juni 2020. Foto/REUTERS/Lawrence Bryant
A A A
ST LOUIS - Pasangan suami istri di St Louis, Missouri, Amerika Serikat (AS), berdiri di depan rumah mereka dan menodongkan senjata api ke arah para demonstran Black Lives Matter (BLM). Aksi mereka terekam video yang kini menjadi viral.

Pasangan itu bernama Mark dan Patricia McCloskey. Mark membidikkan senapan semi-otomatis, sedangkan istrinya membidikkan pistol.

Dalam aksinya pada 28 Juni, Mark bergerak dan terdengar memperingatkan ratusan pemrotes dari propertinya. Sedangkan para pengunjuk rasa terlihat tenang berjalan di jalan setapak, dan tidak memasuki taman rumah mereka.

Namun, dalam rekaman lain ada beberapa demonstran yang terlihat mendekati taman rumah pasangan itu. (Baca: Pastor Indonesia Pidato dalam Demo AS, Dikecam di Dalam Negeri )

Patricia McCloskey, yang menurut biografinya bekerja di sebuah firma hukum mengatakan dia adalah anggota panel peninjau etik Asosiasi Missouri. Dalam konfrontasi dengan kelompok demonstran BLM itu, dia terlihat melintasi halaman rumah, tersandung dan kemudian membidikkan senjatanya kepada para pengunjuk rasa.

Tidak jelas apakah pistolnya atau pun senapan semi-otomatis suaminya memuat amunisi atau tidak.

Para pengunjuk rasa terdengar keras memukul drum bersama-sama dengan teriakan "Lets' go" dan "Keep movin" ketika Mark McCloskey berteriak "You’re not on the property (Anda tidak di properti)".

Pasangan itu diketahui merupakan pengacara di salah satu firma hukum di St Louis.

Konfrontasi itu terjadi ketika sekelompok besar demonstran BLM berbaris menuju rumah Wali Kota St Louis Lyda Krewson. Para demonstran melintasi salah satu lingkungan kota yang paling eksklusif. (Baca juga: Viral, Anak Muda Diduga WNI Pukul Roboh Pria Rasis di AS )

Para pengunjuk rasa berupaya mendatangi rumah Krewson untuk menunjukkan dukungan setelah wali kota tersebut mendapat serangan balasan yang disiarkan langsung di Facebook karena memangkas kewenangan departemen kepolisian setempat.

"Mereka telah mengabdikan karier profesional mereka untuk membantu mereka yang mengalami cedera otak traumatis, leher, punggung, sumsum tulang belakang, dan cedera neurologis serius lainnya yang melumpuhkan atau fatal," kata kelompok demonstran BLM dalam situs webnya, seperti dikutip news.com.au, Selasa (30/6/2020).
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Trump Ancam Ambil Alih...
Trump Ancam Ambil Alih Selat Hormuz, Sebut AS Malaikat Pelindung
Rekomendasi
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved