Pangkalan Crimea Dibumihanguskan: 7 Pesawat Tempur Rusia Hancur, Ukraina Bungkam
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 07:10 WIB
loading...
A
A
A
William Alberque, pakar masalah pertahanan, mengatakan kepada BBC bahwa tiga bangunan yang juga rusak akibat ledakan mungkin digunakan untuk menyimpan senjata sementara.
Alberque menyebutnya sebagai serangan yang ditargetkan, tetapi Ukraina sejauh ini masih bungkam atau belum mengaku bertanggung jawab.
Pangkalan udara itu terletak 225 kilometer di belakang garis depan pasukan tempur Rusia. Itu dekat dengan resor tepi laut Novofedorivka dan Saky, tetapi asosiasi operator tur Rusia mengatakan mereka tampaknya tidak terpengaruh.
Tiga saksi mengatakan kepada Reuters bahwa mereka mendengar ledakan keras dan melihat asap hitam membubung dari arah pangkalan di Novofedorivka.
Kiev belum memberikan pernyataan resmi, tetapi seorang pejabat senior Ukraina mengonfirmasi kepada Sky News bahwa Pasukan Khusus Ukraina melakukan operasi di Pangkalan Udara Saky, menandai serangan besar pertama di situs militer Rusia di Semenanjung Crimea sejak 2014.
Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov menduga ledakan itu disebabkan oleh rokok dengan penerangan yang buruk.
“Saya pikir orang-orang militer Rusia di pangkalan udara ini merusak aturan mereka yang sangat sederhana: jangan merokok di tempat-tempat berbahaya,” katanya. "Itu dia," katanya lagi.
Alberque menyebutnya sebagai serangan yang ditargetkan, tetapi Ukraina sejauh ini masih bungkam atau belum mengaku bertanggung jawab.
Pangkalan udara itu terletak 225 kilometer di belakang garis depan pasukan tempur Rusia. Itu dekat dengan resor tepi laut Novofedorivka dan Saky, tetapi asosiasi operator tur Rusia mengatakan mereka tampaknya tidak terpengaruh.
Tiga saksi mengatakan kepada Reuters bahwa mereka mendengar ledakan keras dan melihat asap hitam membubung dari arah pangkalan di Novofedorivka.
Kiev belum memberikan pernyataan resmi, tetapi seorang pejabat senior Ukraina mengonfirmasi kepada Sky News bahwa Pasukan Khusus Ukraina melakukan operasi di Pangkalan Udara Saky, menandai serangan besar pertama di situs militer Rusia di Semenanjung Crimea sejak 2014.
Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov menduga ledakan itu disebabkan oleh rokok dengan penerangan yang buruk.
“Saya pikir orang-orang militer Rusia di pangkalan udara ini merusak aturan mereka yang sangat sederhana: jangan merokok di tempat-tempat berbahaya,” katanya. "Itu dia," katanya lagi.
Lihat Juga :