Profil Ayman al-Zawahiri, dari Dokter Bedah Mata di Kairo hingga Pimpin Al Qaeda

Selasa, 02 Agustus 2022 - 08:48 WIB
loading...
A A A
Kampanye kelompok untuk menggulingkan pemerintah dan mendirikan negara Islam di negara itu selama pertengahan 1990-an menyebabkan kematian lebih dari 1.200 orang Mesir.

Pada tahun 1997, Departemen Luar Negeri AS menobatkannya sebagai pemimpin kelompok Vanguards of Conquest, faksi Jihad Islam yang diduga berada di balik pembantaian turis asing di Luxor pada tahun yang sama.

Dua tahun kemudian, dia dijatuhi hukuman mati secara in absentia oleh pengadilan militer Mesir karena perannya dalam banyak serangan kelompok itu.

Target Barat

Zawahiri diperkirakan telah melakukan perjalanan keliling dunia selama tahun 1990-an untuk mencari tempat perlindungan dan sumber pendanaan.

Pada tahun-tahun setelah penarikan Soviet dari Afghanistan, dia diyakini telah tinggal di Bulgaria, Denmark dan Swiss, dan kadang-kadang menggunakan paspor palsu untuk melakukan perjalanan ke Balkan, Austria, Yaman, Irak, Iran dan Filipina.

Pada Desember 1996, dia dilaporkan menghabiskan enam bulan di tahanan Rusia setelah dia ditangkap tanpa visa yang sah di Chechnya.

Menurut akun yang diduga ditulis Zawahiri, pihak berwenang Rusia gagal menerjemahkan teks-teks Arab yang ditemukan di komputernya dan dia dapat merahasiakan identitasnya.

Pada tahun 1997, Zawahiri diyakini telah pindah ke kota Jalalabad di Afghanistan, di mana Pemimpin Al Qaeda Osama Bin Laden bermarkas.

Setahun kemudian, Jihad Islam Mesir bergabung dengan lima kelompok militan Islam radikal lainnya, termasuk al-Qaeda pimpinan Osama Bin Laden, dalam membentuk Front Islam Dunia untuk Jihad melawan Yahudi dan Tentara Salib.

Proklamasi pertama front termasuk fatwa, atau dekrit agama, yang mengizinkan pembunuhan warga sipil AS.

Enam bulan kemudian, dua serangan serentak menghancurkan kedutaan besar AS di Kenya dan Tanzania, menewaskan 223 orang.

Zawahiri adalah salah satu tokoh yang percakapan telepon satelitnya digunakan sebagai bukti bahwa Osama Bin Laden dan Al-Qaeda berada di balik rencana tersebut.

Dua minggu setelah serangan, AS mengebom kamp pelatihan kelompok itu di Afghanistan.

Keesokan harinya, Zawahiri menelepon seorang jurnalis Pakistan dan berkata, "Beri tahu Amerika bahwa pengeboman, ancaman, dan tindakan agresinya tidak membuat kami takut. Perang baru saja dimulai."

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Setelah Turki, Giliran...
Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Serangan Rudal AS Hancurkan...
Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Hubungkan Iran dengan China dan Rusia
Rekomendasi
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Ucapkan 6 Pernyataan sebelum Resmi Mundur dari Jabatan
Kemahalan, FIFA Masih...
Kemahalan, FIFA Masih Kesulitan Jual Tiket Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved