China Ingin Reunifikasi Damai dengan Taiwan, tapi....

Sabtu, 30 Juli 2022 - 20:38 WIB
loading...
China Ingin Reunifikasi...
Presiden China XI Jinping (kiri) dan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. Foto/REUTERS/Xinhua
A A A
BEIJING - Seorang pejabat tinggi China yang bertanggung jawab atas urusan Taiwan mengatakan Beijing masih mencari reunifikasi damai dengan Taiwan. Tapi, Beijing memperingatkan orang-orang di Taipei agar tidak mengandalkan kekuatan asing untuk mencari kemerdekaan.

Wang Yang, pejabat peringkat 4 dalam hierarki Partai Komunis China, mengeluarkan peringatan tersebut ketika kekhawatiran konflik militer antara China dan Amerika Serikat memuncak setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi berencana berkunjung ke pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu.

Wang mengatakan dalam sebuah seminar di Beijing mengatakan China bersedia untuk terlibat dalam dialog dengan berbagai pihak di Taiwan dengan syarat mengakui konsensus 1992 untuk mencari reunifikasi damai, sambil memperingatkan bahwa kemerdekaan Taiwan adalah bahaya serius bagi peremajaan nasional.

Baca juga: Inilah Tokoh China yang Sarankan Tembak Jatuh Pesawat Ketua DPR AS di Taiwan

“Berdasarkan prinsip satu-China, kami bersedia melakukan dialog, komunikasi, dan konsultasi demokratis dengan semua pihak, kelompok, dan orang-orang di Taiwan mengenai masalah politik lintas selat, dan masalah yang terkait dengan reunifikasi damai tanah air,” kata Wang seperti dikutip Xinhua, Sabtu (30/7/2022).

Konsensus 1992 adalah pemahaman antara kedua belah pihak bahwa ada satu China, tetapi masing-masing dapat memiliki pemahaman mereka sendiri tentang apa artinya itu.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, dari Partai Progresif Demokratik yang pro-kemerdekaan, telah menolak konsensus itu sejak 1996, menyebabkan Beijing menangguhkan pertukaran resmi dan meningkatkan tekanan militer dan diplomatik di pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu.

“Otoritas Taiwan menolak untuk mengakui konsensus 1992, dan beberapa negara memaafkan pasukan separatis yang mengagitasi 'kemerdekaan Taiwan' untuk menimbulkan masalah dan provokasi. Jika terus berlanjut, Taiwan akan didorong ke dalam jurang bencana dan membawa kerugian serius bagi mayoritas rekan senegaranya Taiwan," kata Wang.

“Mayoritas rekan senegaranya Taiwan harus sangat memahami bahwa reunifikasi itu bermanfaat, dan bahwa kemerdekaan Taiwan adalah jalan buntu. Mereka harus mengerti bahwa mereka tidak bisa mengandalkan orang luar.”

Pernyataan Wang datang ketika Beijing berulang kali memperingatkan Pelosi agar tidak mengunjungi Taiwan.

Pelosi akan menjadi Ketua DPR pertama AS yang mengunjungi Taiwan sejak kunjungan Newt Gingrich tahun 1997.

Beijing telah mengatakan akan mengambil tindakan tegas dan militernya tidak akan menutup mata jika Pelosi melanjutkan rencana kunjungannya.

Para pakar militer China mengatakan Beijing mungkin mengerahkan kapal induk dan mengumumkan zona larangan terbang dan zona navigasi terbatas untuk latihan militer di dekat Selat Taiwan, yang akan memaksa pesawat Pelosi untuk memutar.

Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa Pentagon yakin perjalanan Pelosi bukanlah “ide yang baik saat ini”, tetapi beberapa anggota Kongres AS mengatakan membatalkan perjalanan itu berarti Washington menyerah pada tekanan Beijing.

Beijing menganggap Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai provinsi China yang membangkang dan bersumpah akan menggunakan kekuatan untuk menundukannya.

China telah meningkatkan tekanan di pulau itu dalam beberapa tahun terakhir dengan latihan Angkatan Laut intensif dan serangan jet tempur di sekitarnya.

Wang mengatakan konsensus 1992 tidak boleh terdistorsi, atau ditolak. Menurutnya, penolakan konsensus hanya akan menyebabkan ketegangan lintas selat.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
Trump Tuduh Iran Mengulur...
Trump Tuduh Iran Mengulur Waktu Kesepakatan Damai: Mereka Harus Bayar Mahal!
Rekomendasi
Anggota DPD RI Filep...
Anggota DPD RI Filep Desak Pembentukan Satgas Pencegahan Pungli di Kantor Imigrasi
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Berita Terkini
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved