Horornya Penjara AS, 28 Tahanan Wanita Diperkosa atau Pun Dilecehkan Napi Pria
Kamis, 28 Juli 2022 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dokumen gugatan hukum, setidaknya dua tahanan wanita mengeklaim telah diperkosa, sementara yang lain mengeklaim mereka diraba-raba, dibelai, dilecehkan dan diintimidasi.
Delapan tahanan wanita mengajukan keluhan hak-hak sipil federal terhadap Lowe dan petugas penjara lainnya minggu lalu, sementara gugatan lain diajukan atas nama 20 wanita bulan lalu.
Menurut dokumen gugatan, Lowe, yang sejak itu dipecat dan didakwa secara pidana atas insiden itu, sedang bertugas pada malam dia diduga menyerahkan kunci kepada para napi pria setelah menerima suap.
Para napi pria menutupi kepala mereka dengan handuk untuk melindungi identitas mereka ketika mereka memasuki area khusus wanita—dan kemudian diduga mengancam akan menyakiti para tahanan wanita lebih jauh jika mereka berteriak minta tolong atau mencoba menggunakan tombol panggilan darurat.
“Para pria berulang kali mengancam akan melakukan pelecehan seksual terhadap para wanita. Secara khusus, para pria itu berteriak, 'Di mana keparat itu?' dan 'Saya belum pernah kesurupan dalam dua tahun!',” bunyi dokumen gugatan.
Tidak ada petugas penjara yang datang untuk membantu para tahanan wanita selama serangan selama berjam-jam itu dan beberapa mengalami luka fisik yang signifikan, termasuk pendarahan, robekan vagina, dan herpes genital.
Delapan tahanan wanita mengajukan keluhan hak-hak sipil federal terhadap Lowe dan petugas penjara lainnya minggu lalu, sementara gugatan lain diajukan atas nama 20 wanita bulan lalu.
Menurut dokumen gugatan, Lowe, yang sejak itu dipecat dan didakwa secara pidana atas insiden itu, sedang bertugas pada malam dia diduga menyerahkan kunci kepada para napi pria setelah menerima suap.
Para napi pria menutupi kepala mereka dengan handuk untuk melindungi identitas mereka ketika mereka memasuki area khusus wanita—dan kemudian diduga mengancam akan menyakiti para tahanan wanita lebih jauh jika mereka berteriak minta tolong atau mencoba menggunakan tombol panggilan darurat.
“Para pria berulang kali mengancam akan melakukan pelecehan seksual terhadap para wanita. Secara khusus, para pria itu berteriak, 'Di mana keparat itu?' dan 'Saya belum pernah kesurupan dalam dua tahun!',” bunyi dokumen gugatan.
Tidak ada petugas penjara yang datang untuk membantu para tahanan wanita selama serangan selama berjam-jam itu dan beberapa mengalami luka fisik yang signifikan, termasuk pendarahan, robekan vagina, dan herpes genital.
Lihat Juga :