Bukan Gertak Sambal, Mantan Presiden Rusia Pamer Peta Masa Depan Ukraina

Kamis, 28 Juli 2022 - 08:18 WIB
loading...
Bukan Gertak Sambal,...
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Foto/tass
A A A
MOSKOW - Ukraina lebih mungkin untuk direduksi menjadi Kiev dan sekitarnya daripada yang pernah mencakup Krimea dan Republik Donbass.

Pernyataan itu diungkapkan mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev pada Rabu (27/7/2022) di saluran Telegramnya.

Presiden satu kali dan perdana menteri yang sekarang mengepalai Dewan Keamanan Nasional Rusia juga memposting dua peta yang membantu menggambarkan argumennya.

Bukan Gertak Sambal, Mantan Presiden Rusia Pamer Peta Masa Depan Ukraina


Apa yang dikatakannya tampaknya bukan gertak sambal biasa, mengingat semakin banyak wilayah Ukraina yang telah dikuasai militer Rusia dan pejuang Donbass.

Peta pertama menunjukkan Ukraina di perbatasan sebelum kudeta yang didukung Amerika Serikat (AS) pada 2014, termasuk Krimea dan dua wilayah timur Donetsk dan Lugansk.

Sebulan setelah militan yang didukung Washington merebut kekuasaan di Kiev, Krimea memilih bergabung kembali dengan Rusia, sementara dua wilayah Donbass mendeklarasikan kemerdekaan.

"Dalam benak presiden Ukraina, yang dirusak oleh zat psikotropika, seperti inilah peta masa depan cerah negaranya," tulis Medvedev di Telegram.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
10 Film dan Acara TV...
10 Film dan Acara TV yang Meramalkan Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved