Putin Prediksi Perubahan Revolusioner Makin Dekat, Bersiap-siaplah!

Kamis, 21 Juli 2022 - 05:45 WIB
loading...
Putin Prediksi Perubahan...
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/tass
A A A
MOSKOW - Era baru dalam sejarah dunia semakin dekat dan hanya negara-negara “yang benar-benar berdaulat” yang akan dapat berhasil dalam lingkungan yang berubah.

Prediksi itu diungkapkan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (20/7/2022).

Berbicara di forum bisnis, Putin mengklaim, “Perubahan yang benar-benar revolusioner, besar akan mengarah pada penciptaan tatanan dunia baru yang harmonis, lebih adil, dan lebih berfokus pada masyarakat dan aman.”

“Dalam era baru ini, hanya negara yang benar-benar berdaulat yang dapat memastikan dinamika pertumbuhan yang tinggi,” tutur dia.

Baca juga: Putin: Coca-Cola Semuanya Bahan Kimia, Lebih Berguna Teh Ivan

Istilah “kedaulatan” menurut presiden Rusia berarti, "Kebebasan pembangunan nasional, dan dengan demikian setiap orang secara individu, serta kelangsungan teknologi, budaya, intelektual, pendidikan negara dan bertanggung jawab, aktif dan berpikiran nasional, masyarakat sipil yang berorientasi nasional.”

“Negara seperti itu, akan menjadi contoh bagi orang lain dalam hal standar dan kualitas hidup masyarakat, perlindungan nilai-nilai tradisional dan cita-cita humanistik yang tinggi,” ungkap dia.

Baca juga: Kissinger Peringatkan Biden Soal China, AS Pontang-panting Cari Pengaruh

Dunia semacam ini sangat kontras dengan tatanan dunia unipolar yang didominasi Barat, yang menurut pendapat Putin, “Menjadi rem bagi perkembangan peradaban kita.”

Dia menuduh Barat sebagai "rasis dan neo-kolonial.”

Menurut Putin, Barat ideologinya "menjadi semakin seperti totalitarianisme."

Presiden berpendapat, meskipun ada upaya oleh elit Barat untuk melestarikan tatanan dunia yang ada, perubahan itu “tidak dapat diubah.”

Putin telah lama mengungkapkan akhir dari dunia “unipolar”. Dalam pidato Konferensi Keamanan Munich 2007 yang terkenal, presiden Rusia mengatakan, “Dunia unipolar yang telah diusulkan setelah Perang Dingin tidak terjadi.”

Dia menjelaskan dunia “satu tuan, satu penguasa” tidak hanya merusak semua orang di dalam sistem, tetapi juga bagi penguasa itu sendiri.

Putin menuduh Amerika Serikat (AS) mengabaikan "prinsip-prinsip dasar hukum internasional" dan menekankan "tindakan sepihak dan seringkali tidak sah" tidak pernah menyelesaikan masalah apa pun.

Pada Mei, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan harapan bahwa serangan militer negaranya di Ukraina, ketika selesai, akan memaksa negara-negara Barat “untuk berhenti mempromosikan apa yang disebut dunia unipolar di bawah dominasi Amerika Serikat dan sekutunya.”

Gagasan tentang dunia "multipolar" yang baru juga telah didiskusikan di Barat, paling baru oleh Kanselir Jerman Olaf Scholz.

Namun, setelah serangan Moskow di Ukraina, Barat menyatakan niatnya untuk "mengisolasi" Rusia dan menjatuhkan sanksi keras padanya.

Rusia memandang tindakan ini sebagai manifestasi lain dari upaya Barat untuk “menahannya” dan mempertahankan tatanan dunia yang ada.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Masuki Tahun Baru 1448...
Masuki Tahun Baru 1448 H, Arab Saudi Ganti Kain Kiswah Kakbah
Rekomendasi
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
Daftar 5 Presiden Terkaya...
Daftar 5 Presiden Terkaya di Dunia, Nomor 1 Vladimir Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved