Turki Tahan Kapal Rusia Pembawa Gandum yang Diduga Curian dari Ukraina

Senin, 04 Juli 2022 - 14:19 WIB
loading...
A A A
Pada bulan Mei, Amerika Serikat (AS) memperingatkan negara-negara Afrika agar tidak membeli biji-bijian yang telah dicuri dari negara Eropa Timur.

Ukraina juga mengeluarkan peringatan serupa kepada negara asing pada bulan yang sama.

"Pencuri Rusia mencuri gandum Ukraina, memuatnya ke kapal, melewati Bosporus, dan mencoba menjualnya ke luar negeri. Saya meminta semua negara untuk tetap waspada dan menolak proposal semacam itu. Jangan membeli yang dicuri. Jangan menjadi kaki tangan untuk kejahatan Rusia. Pencurian tidak pernah membawa keberuntungan bagi siapa pun," kata Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba dalam tweet-nya pada 24 Mei lalu.

Dalam laporannya, Reuters mengutip sumber anonim Ukraina yang menuduh bahwa 4.500 ton gandum di kapal yang ditahan itu telah diambil dari Berdyansk, sebuah kota pelabuhan Ukraina yang diduduki Rusia.

Pada 30 Juni, Radio Free Europe melaporkan bahwa sebuah kapal kargo dengan 7.000 ton gandum telah meninggalkan Berdyansk.

Yevhen Balytskiy, seorang pejabat Rusia yang ditunjuk oleh Moskow untuk mengelola wilayah yang diduduki, mengatakan kapal itu akan berangkat ke negara-negara sahabat.

Berita Turki menahan kapal kargo Rusia juga muncul kurang dari sebulan setelah Bodnar menuduh Turki membeli gandum yang dicuri Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
10 Stasiun Kereta Bawah...
10 Stasiun Kereta Bawah Tanah Terdalam di Dunia, Apa Dibangun untuk Perlindungan saat Perang Nuklir?
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Kebakaran Hutan Dahsyat...
Kebakaran Hutan Dahsyat Menyebar di Prancis, Lebih dari 10.000 Orang Dievakuasi
Kuwait Bantah Ikut Serang...
Kuwait Bantah Ikut Serang Iran: Laporan Menyesatkan!
Rekomendasi
Amnesty International...
Amnesty International Desak APH Tindak Tegas Pelaku Main Hakim Sendiri di Tabanan dan Morowali
Sikap Menko Polkam soal...
Sikap Menko Polkam soal Penindakan Vape Narkoba Didukung APVI dan PPEI
Pakar Hukum Tata Negara...
Pakar Hukum Tata Negara Dorong Ambang Batas Fraksi daripada Ambang Batas Parlemen
Berita Terkini
350 Pegawai Pemerintah...
350 Pegawai Pemerintah Iran Tewas akibat Serangan AS dan Israel
Israel Akui Pesawat...
Israel Akui Pesawat Pembom AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Iran
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved