Mantan Menlu AS Kissinger Ungkap 3 Kemungkinan Hasil Akhir Konflik Ukraina
Jum'at, 01 Juli 2022 - 17:54 WIB
loading...
A
A
A
“Hasil ketiga... adalah jika Rakyat Bebas dapat mencegah Rusia mencapai penaklukan militer dan jika garis pertempuran kembali ke posisi di mana perang dimulai, maka agresi saat ini akan tampak dikalahkan,” ujar dia.
“Ini akan membuat Ukraina dibangun kembali seperti sebelum operasi militer Rusia dimulai pada 24 Februari dan dipersenjatai kembali oleh NATO, jika tidak (dijadikan) bagian darinya,” ungkap mantan menteri luar negeri itu.
“Masalah yang tersisa dapat diserahkan kepada negosiasi. Ini akan menjadi situasi yang membeku untuk sementara waktu, tetapi kebuntuan akan diatasi seiring waktu,” papar dia.
Menurut Kissinger, "hasil ketiga" ini sama dengan yang dia buat selama pidato videonya di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada Mei.
Dalam pidato yang menjadi berita utama internasional, dia bersikeras, “Negosiasi perdamaian (di Ukraina) perlu dimulai dalam dua bulan ke depan, jika tidak, konflik dapat berubah dari perang tentang kebebasan Ukraina, yang telah dilakukan dengan kohesi besar oleh NATO, menjadi perang melawan Rusia sendiri.”
“Hasil ideal dari pembicaraan itu adalah kembali ke status quo ante,” ungkap dia.
Proposal tersebut membuat marah banyak orang di Ukraina, dengan Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan Kissenger “muncul dari masa lalu yang dalam dan mengatakan sebagian dari Ukraina harus diberikan kepada Rusia” untuk menenangkan Moskow.
“Ini akan membuat Ukraina dibangun kembali seperti sebelum operasi militer Rusia dimulai pada 24 Februari dan dipersenjatai kembali oleh NATO, jika tidak (dijadikan) bagian darinya,” ungkap mantan menteri luar negeri itu.
“Masalah yang tersisa dapat diserahkan kepada negosiasi. Ini akan menjadi situasi yang membeku untuk sementara waktu, tetapi kebuntuan akan diatasi seiring waktu,” papar dia.
Menurut Kissinger, "hasil ketiga" ini sama dengan yang dia buat selama pidato videonya di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada Mei.
Dalam pidato yang menjadi berita utama internasional, dia bersikeras, “Negosiasi perdamaian (di Ukraina) perlu dimulai dalam dua bulan ke depan, jika tidak, konflik dapat berubah dari perang tentang kebebasan Ukraina, yang telah dilakukan dengan kohesi besar oleh NATO, menjadi perang melawan Rusia sendiri.”
“Hasil ideal dari pembicaraan itu adalah kembali ke status quo ante,” ungkap dia.
Proposal tersebut membuat marah banyak orang di Ukraina, dengan Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan Kissenger “muncul dari masa lalu yang dalam dan mengatakan sebagian dari Ukraina harus diberikan kepada Rusia” untuk menenangkan Moskow.
Lihat Juga :