Tentara Bayaran Asing Tembaki Pasukan Ukraina Teman Sendiri

Selasa, 28 Juni 2022 - 22:01 WIB
loading...
Tentara Bayaran Asing...
Tentara Ukraina menembaki target musuh di kota Ilovaysk pada 26 Agustus 2014. Foto/REUTERS/Maks Levin
A A A
MOSKOW - Kurangnya kompetensi di antara pasukan Kiev, termasuk warga asing yang direkrut berperang untuk Ukraina, telah mengakibatkan dua kasus baku tembak antara teman sendiri.

Militer Rusia mengklaim hal itu pada Selasa (28/6/2022), dilansir RT.com.

Dalam satu kekacauan yang dilaporkan, rekrutan yang tiba di posisi batalyon ke-97 dari brigade infanteri ke-60 Angkatan Bersenjata Ukraina ditembaki sesama teman yang seharusnya mereka bergabung bersama.

Baca juga: Rusia: Kebakaran Mal Karena Ledakan Amunisi Barat di Dekatnya

“Insiden lain terjadi dengan tentara brigade mekanik ke-28,” ungkap pernyataan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia.

“Satu tim pengintai dari unit itu diserang oleh tentara bayaran asing, yang menewaskan empat tentara dan melukai tiga orang lainnya,” papar Kemhan Rusia dalam pengarahan harian.

Laporan itu tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kapan dan di mana dugaan insiden itu terjadi.

Baca juga: Penangkapan Jurnalis Muslim di India Picu Kemarahan Baru

Laporan insiden tembakan antar teman juga datang dari pejuang Barat. Pekan lalu, cerita Rolling Stone tentang veteran perang AS yang terbunuh atau ditangkap di Ukraina menyebutkan contoh-contoh seperti ini, serta masalah-masalah lain yang sering dialami para pejuang asing di sana.

“Kami melakukan baku tembak selama dua jam yang kemudian ternyata melawan pasukan khusus Ukraina. Sungguh luar biasa apa yang terjadi di sini,” papar Tristan Nettles, anggota pasukan berbahasa Inggris yang bertempur di Ukraina, kepada majalah tersebut.

“Jembatan diledakkan saat pasukan sahabat masih di sisi lain, tidak ada komunikasi antar unit, tembakan antar teman sepanjang waktu,” ujar dia mengenai situasi di medan perang.

Rusia menyerang Ukraina pada akhir Februari, menyusul kegagalan Kiev menerapkan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass, Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.

Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.

Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Iran Bantah Luncurkan...
Iran Bantah Luncurkan Rudal ke Pangkalan AS di Arab Saudi
Rekomendasi
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Infografis
7 Seragam Pasukan Khusus...
7 Seragam Pasukan Khusus Terbaik Dunia, Nomor 3 Miliki Penutup Muka Antipeluru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved