Besaran Utang Turki Utsmani ke Negara Barat yang Membuatnya Bangkrut
Kamis, 23 Juni 2022 - 16:26 WIB
loading...
A
A
A
Setelah Perang Crimea, Turki Utsmani mulai menggunakan pinjaman dari luar negeri. Tujuannya adalah untuk membiayai defisit yang terjadi. Mereka pertama kali mengambil pinjaman luar negeri pada 1854.
Kala itu, pinjaman senilai 3 juta poundsterling dengan bunga 6 persen didapatkan dari Inggris. Peristiwa ini menjadi awal dari serangkaian pinjaman yang diperoleh dari bangsa Eropa. Pinjaman kedua datang pada tahun 1855. Kali ini, pinjamannya senilai 5 juta poundsterling dengan tingkat bunga 4 persen yang dijamin pemerintah Inggris dan Prancis.
Pinjaman ketiga hadir sebesar 5 juta poundsterling pada tahun 1858 dengan bunga 6 persen. Setelah kematian Sultan Abdulmecid pada 1861, muncul sebuah pinjaman baru senilai 8 juta poundsterling dengan bunga 6 persen. Utang ini dimaksudkan agar pemerintah bisa menebus uang kertas yang beredar dan mengembalikan kepercayaan pasar.
Baca juga: Kisah Sultan Abdulmejid 1, Penguasa Turki Utsmani Penolong Warga Kristen Irlandia dari Kelaparan
Beberapa tahun setelahnya, Bank Imperial Ottoman mengorganisir dua pinjaman yang masing-masing senilai 8 juta poundsterling dan 6 juta poundsterling dengan bunga 6 persen. Pinjaman ini digunakan untuk pembayaran utang luar negeri sebelumnya serta utang dalam negeri. Karena diketahui, Turki Utsmani selain meminjam dari luar negeri juga meminjam dari bankir lokal.
Selama lima tahun antara 1865 sampai 1870, pinjaman luar negeri terus berlanjut dan pemerintah mendapat 86 juta poundsterling. Selanjutnya, antara 1871 hingga 1874, lima pinjaman baru kembali ditandatangani dengan nilai total 98,5 juta poundsterling. Saat itu, 55 persen anggaran Turki Utsmani diserap oleh utang luar negeri.
Kala itu, pinjaman senilai 3 juta poundsterling dengan bunga 6 persen didapatkan dari Inggris. Peristiwa ini menjadi awal dari serangkaian pinjaman yang diperoleh dari bangsa Eropa. Pinjaman kedua datang pada tahun 1855. Kali ini, pinjamannya senilai 5 juta poundsterling dengan tingkat bunga 4 persen yang dijamin pemerintah Inggris dan Prancis.
Pinjaman ketiga hadir sebesar 5 juta poundsterling pada tahun 1858 dengan bunga 6 persen. Setelah kematian Sultan Abdulmecid pada 1861, muncul sebuah pinjaman baru senilai 8 juta poundsterling dengan bunga 6 persen. Utang ini dimaksudkan agar pemerintah bisa menebus uang kertas yang beredar dan mengembalikan kepercayaan pasar.
Baca juga: Kisah Sultan Abdulmejid 1, Penguasa Turki Utsmani Penolong Warga Kristen Irlandia dari Kelaparan
Beberapa tahun setelahnya, Bank Imperial Ottoman mengorganisir dua pinjaman yang masing-masing senilai 8 juta poundsterling dan 6 juta poundsterling dengan bunga 6 persen. Pinjaman ini digunakan untuk pembayaran utang luar negeri sebelumnya serta utang dalam negeri. Karena diketahui, Turki Utsmani selain meminjam dari luar negeri juga meminjam dari bankir lokal.
Selama lima tahun antara 1865 sampai 1870, pinjaman luar negeri terus berlanjut dan pemerintah mendapat 86 juta poundsterling. Selanjutnya, antara 1871 hingga 1874, lima pinjaman baru kembali ditandatangani dengan nilai total 98,5 juta poundsterling. Saat itu, 55 persen anggaran Turki Utsmani diserap oleh utang luar negeri.
Lihat Juga :