Israel Bangun Aliansi Pertahanan Udara Timur Tengah di Bawah Sayap AS

Senin, 20 Juni 2022 - 20:08 WIB
loading...
Israel Bangun Aliansi...
Sistem pertahanan udara buatan Rafael Israel. Foto/YouTube/RAFAEL Advanced Defense Systems Ltd
A A A
TEL AVIV - Israel bekerja membangun "Aliansi Pertahanan Udara Timur Tengah" dengan negara-negara Arab yang didukung Amerika Serikat (AS). Langkah ini seiring meningkatnya kekhawatiran atas "agresi" Iran.

Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Benny Gantz mengungkapkan hal itu pada Senin (20/6/2022), dilansir Sputnik.

Berita itu muncul menjelang rencana kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Israel pada Juli sebagai bagian dari tur ke Timur Tengah.

Baca juga: Konvoi 40 Truk Militer AS Diduga Angkut Gandum Curian dari Suriah

Biden dalam tur itu berencana mengunjungi Arab Saudi untuk pertemuan puncak regional negara-negara Arab.

Baca juga: Ukraina Siap Bertarung dengan Sekop jika Tak Ada Senjata Barat

"Selama setahun terakhir saya telah memimpin program ekstensif, bersama dengan mitra saya di Pentagon dan di pemerintahan AS, yang akan memperkuat kerja sama antara Israel dan negara-negara di kawasan itu," ungkap Gantz, berbicara kepada Komite Pertahanan dan Urusan Luar Negeri Parlemen Israel.

Baca juga: Mengejutkan, Lebih dari 800 Masjid Diserang di Jerman sejak 2014

"Program ini sudah berjalan dan telah memungkinkan keberhasilan intersepsi upaya Iran untuk menyerang Israel dan negara-negara lain," papar Gantz.

Menteri pertahanan tidak merinci "upaya Iran untuk menyerang" yang diklaim ini, atau menyebutkan negara tertentu yang bermitra dengan Israel.

Iran telah berulang kali menekankan operasi militernya bersifat defensif dan ditujukan untuk memerangi terorisme.

Iran telah menghindari pembalasan bahkan terhadap dugaan pembunuhan ilmuwan nuklir dan perwira militer Israel dalam beberapa tahun terakhir untuk menghindari memicu perang regional yang besar.

"Saya berharap kami akan mengambil langkah maju dalam aspek ini selama kunjungan penting Presiden Biden," ujar Gantz tentang pengaturan pertahanan udara.

Biden diperkirakan akan mendarat di Israel pada 13 Juli sebelum menuju ke Arab Saudi untuk pertemuan puncak regional para pemimpin dari negara-negara Teluk Arab, Mesir, Irak, dan Yordania.

Hanya segelintir dari 22 anggota Liga Arab yang telah menormalkan hubungan dengan Israel, termasuk Mesir dan Yordania (yang masing-masing melakukannya pada 1980 dan 1994).

Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko, menormalkan hubungan dengan Israel pada 2020 selama pertemuan diplomatik yang didorong pemerintahan Donald Trump.

Arab Saudi, pemimpin regional di antara negara-negara Teluk Arab, secara resmi menolak menormalkan hubungan dengan Negara Yahudi sampai masalah Palestina diselesaikan.

Namun, media melaporkan bulan lalu bahwa Washington diam-diam menengahi negosiasi antara Riyadh dan Tel Aviv untuk menormalkan hubungan.

Menurut laporan, kesepakatan berpusat di sekitar usulan transfer kontroversial sepasang pulau Mesir ke kendali Saudi.

Israel menyisihkan anggaran khusus USD1,5 miliar untuk serangan yang diusulkan terhadap program energi nuklir damai Iran tahun lalu.

Israel menggelar latihan bersama pesawat tanker Angkatan Udara AS bulan lalu untuk mensimulasikan serangan tersebut.

Para pemimpin negara itu telah berulang kali memperingatkan Tel Aviv tidak akan terikat perjanjian internasional apa pun mengenai program nuklir Iran, termasuk Rencana Aksi Komprehensif Gabungan, yang coba dihidupkan kembali oleh para perunding AS dan Iran selama setahun terakhir.

Tel Aviv juga menuduh Republik Islam menyediakan persenjataan termasuk roket canggih dan drone ke sekutu regionalnya, termasuk Hizbullah di Lebanon, dan Hamas serta Jihad Islam di Gaza.

Pada Januari, Wakil Kepala Urusan Koordinasi Tentara Iran Habibollah Sayyari menegaskan, “Iran tertarik berbagi teknologi ilmiah dan militer yang canggih dengan negara-negara sahabat, dan menunjukkan stabilitas dan keamanan regional akan dibangun berdasarkan kekuatan dan interaksi bersama."

Tahun lalu, juru bicara angkatan bersenjata Iran Abdolfazl Shekarchi menyarankan langkah Israel untuk mencoba menjalin pertahanan dengan negara-negara Teluk diambil "karena putus asa."

"Rezim Arab reaksioner tertentu yang bekerja sama dengan Tel Aviv akan jatuh pada akhirnya," tegas Shekarchi.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Berita Terkini
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved