Trump Tolak Kontrol Senjata Meski 21 Orang Dibantai Mengerikan di Texas
Sabtu, 28 Mei 2022 - 10:26 WIB
loading...
Mantan presiden Donald Trump menolak seruan kontrol senjata di Amerika Serikat meski 21 orang baru saja dibantai dalam penembakan di sekolah di Texas. Foto/REUTERS/Shannon Stapleton
A
A
A
UVALDE - Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak seruan untuk memperketat kontrol senjata di negara tersebut. Penolakan disampaikan meski 21 orang dibantai secara mengerikan oleh pria bersenjata di sebuah sekolah di Texas.
Dia mengatakan orang Amerika yang layak harus diizinkan memiliki senjata api yang mereka butuhkan untuk mempertahankan diri dari kejahatan.
"Keberadaan kejahatan di dunia kita bukanlah alasan untuk melucuti senjata warga yang taat hukum...Keberadaan kejahatan adalah salah satu alasan terbaik untuk mempersenjatai warga yang taat hukum," katanya dalam pidato di hadapan anggota National Rifle Association (NRA).
Pernyataan Trump muncul saat dia menjadi headline sebuah acara NRA di Houston, tiga hari setelah pembantaian mengerikan di Sekolah Dasar (SD) Robb, Texas, menyalakan kembali perdebatan tentang kontrol senjata AS.
"Berbagai kebijakan pengendalian senjata yang didorong oleh kaum kiri tidak akan melakukan apa pun untuk mencegah kengerian yang terjadi. Sama sekali tidak ada apa-apa," katanya.
Dia mengatakan orang Amerika yang layak harus diizinkan memiliki senjata api yang mereka butuhkan untuk mempertahankan diri dari kejahatan.
"Keberadaan kejahatan di dunia kita bukanlah alasan untuk melucuti senjata warga yang taat hukum...Keberadaan kejahatan adalah salah satu alasan terbaik untuk mempersenjatai warga yang taat hukum," katanya dalam pidato di hadapan anggota National Rifle Association (NRA).
Pernyataan Trump muncul saat dia menjadi headline sebuah acara NRA di Houston, tiga hari setelah pembantaian mengerikan di Sekolah Dasar (SD) Robb, Texas, menyalakan kembali perdebatan tentang kontrol senjata AS.
"Berbagai kebijakan pengendalian senjata yang didorong oleh kaum kiri tidak akan melakukan apa pun untuk mencegah kengerian yang terjadi. Sama sekali tidak ada apa-apa," katanya.
Lihat Juga :