Sidang Pertama Kejahatan Perang Ukraina, Tentara Rusia Mengaku Bersalah
Rabu, 18 Mei 2022 - 22:20 WIB
loading...
A
A
A
Dia dituduh membunuh warga sipil - diduga menggunakan sepeda - di dekat desa Chupakhivka di wilayah Sumy timur pada 28 Februari. Pihak Ukraina mengatakan Shishimarin sedang memimpin sebuah unit di divisi tank ketika konvoinya diserang.
Baca: Ukraina Akan Gelar Pengadilan Kejahatan Perang Terhadap Tentara Rusia
Menurut jaksa, dia dan empat tentara lainnya mencuri mobil, dan saat mereka melakukan perjalanan di dekat desa mereka bertemu dengan warga sipil dengan sepeda. “Shishimarin diperintahkan untuk membunuh warga sipil dan menggunakan senapan serbu Kalashnikov untuk melakukannya,” kata Jaksa Ukraina, Andriy Sinyuk.
Sidang berikutnya dalam kasus ini akan berlangsung Kamis pukul 9 pagi GMT. Sinyuk mengatakan kepada wartawan setelah sidang, bahwa dua saksi - termasuk salah satu tentara Rusia yang bersama Shishimarin pada saat kejadian - akan dibawa untuk bersaksi di pengadilan. “Senjata tentara juga akan diperiksa sebagai bagian dari penyelidikan,” katanya.
Kremlin sebelumnya mengatakan tidak diberitahu tentang kasus tersebut, dengan mengatakan "kemampuan Moskow untuk memberikan bantuan karena kurangnya misi diplomatik kami di sana juga sangat terbatas".
Baca: Ukraina Akan Gelar Pengadilan Kejahatan Perang Terhadap Tentara Rusia
Menurut jaksa, dia dan empat tentara lainnya mencuri mobil, dan saat mereka melakukan perjalanan di dekat desa mereka bertemu dengan warga sipil dengan sepeda. “Shishimarin diperintahkan untuk membunuh warga sipil dan menggunakan senapan serbu Kalashnikov untuk melakukannya,” kata Jaksa Ukraina, Andriy Sinyuk.
Sidang berikutnya dalam kasus ini akan berlangsung Kamis pukul 9 pagi GMT. Sinyuk mengatakan kepada wartawan setelah sidang, bahwa dua saksi - termasuk salah satu tentara Rusia yang bersama Shishimarin pada saat kejadian - akan dibawa untuk bersaksi di pengadilan. “Senjata tentara juga akan diperiksa sebagai bagian dari penyelidikan,” katanya.
Kremlin sebelumnya mengatakan tidak diberitahu tentang kasus tersebut, dengan mengatakan "kemampuan Moskow untuk memberikan bantuan karena kurangnya misi diplomatik kami di sana juga sangat terbatas".
Lihat Juga :