Tragedi Shireen Abu Akleh, dari Kristen untuk Palestina
Senin, 16 Mei 2022 - 10:24 WIB
loading...
A
A
A
"Kami berdoa untuk sisa jiwa Shireen, yang menjadi contoh tugas dan suara yang kuat untuk rakyatnya."
Profesor Bernard Sabella, mantan perwakilan Fatah dan sekretaris eksekutif saat ini dari Departemen Layanan untuk Pengungsi Palestina di Dewan Gereja Timur Tengah, adalah salah satu orang yang mengenal jurnalis tersebut dan pekerjaannya.
“Ada kesedihan dan kepiluan yang luar biasa,” katanya kepada AsiaNews, yang dilansir Senin (16/5/2022).
“Semua orang merasakan kesedihan mendalam atas kematian jurnalis yang sangat dihargai dan dihormati, selalu profesional dan berimbang, yang saya temui beberapa kali dan kenal secara pribadi.”
Menurutnya, sebagai anggota komunitas Katolik-Yunani, dia memberi kuliah tentang media dan jurnalisme di berbagai universitas.
Melalui karyanya, dia mencontohkan pesan Kristen di Tanah Suci dan tahu bagaimana menjadi bagian dari masyarakat.
Prosesi pemakaman Akleh telah dilangsungkan di Gereja Katolik Yunani dekat Gerbang Jaffa, diikuti dengan penguburannya di pemakaman Kristen di Gunung Sion. Prosesi itu sempat diserang pasukan Israel, yang kembali memicu kecaman dunia internasional.
Patriark Latin Pierbattista Pizzaballa juga berbicara tentang kisah tragis Akleh, yang menyulut kebencian Palestina.
Dalam sebuah pesan kepada keluarga, sang patriark mengatakan bahwa dengan sangat sedih dia mendengar berita tentang "kematian kejam” sang jurnalis. "Terbunuh karena meng-cover penderitaan sehari-hari orang-orang di negeri ini sambil mencoba memberikan perspektif lain hingga konflik kompleks dan bentuk ketidakadilan yang mengobrak-abrik masyarakat di tanah yang sama," katanya.
Profesor Bernard Sabella, mantan perwakilan Fatah dan sekretaris eksekutif saat ini dari Departemen Layanan untuk Pengungsi Palestina di Dewan Gereja Timur Tengah, adalah salah satu orang yang mengenal jurnalis tersebut dan pekerjaannya.
“Ada kesedihan dan kepiluan yang luar biasa,” katanya kepada AsiaNews, yang dilansir Senin (16/5/2022).
“Semua orang merasakan kesedihan mendalam atas kematian jurnalis yang sangat dihargai dan dihormati, selalu profesional dan berimbang, yang saya temui beberapa kali dan kenal secara pribadi.”
Menurutnya, sebagai anggota komunitas Katolik-Yunani, dia memberi kuliah tentang media dan jurnalisme di berbagai universitas.
Melalui karyanya, dia mencontohkan pesan Kristen di Tanah Suci dan tahu bagaimana menjadi bagian dari masyarakat.
Prosesi pemakaman Akleh telah dilangsungkan di Gereja Katolik Yunani dekat Gerbang Jaffa, diikuti dengan penguburannya di pemakaman Kristen di Gunung Sion. Prosesi itu sempat diserang pasukan Israel, yang kembali memicu kecaman dunia internasional.
Patriark Latin Pierbattista Pizzaballa juga berbicara tentang kisah tragis Akleh, yang menyulut kebencian Palestina.
Dalam sebuah pesan kepada keluarga, sang patriark mengatakan bahwa dengan sangat sedih dia mendengar berita tentang "kematian kejam” sang jurnalis. "Terbunuh karena meng-cover penderitaan sehari-hari orang-orang di negeri ini sambil mencoba memberikan perspektif lain hingga konflik kompleks dan bentuk ketidakadilan yang mengobrak-abrik masyarakat di tanah yang sama," katanya.
Lihat Juga :