Barat Terus Suplai Senjata ke Ukraina, Rusia Kembali Peringatkan Risiko Perang Nuklir
Kamis, 12 Mei 2022 - 19:35 WIB
loading...
A
A
A
"Konflik seperti itu selalu memiliki risiko berubah menjadi perang nuklir penuh," imbuh Medvedev.
"Ini akan menjadi skenario bencana bagi semua orang," pungkasnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (12/5/2022).
Rusia dan AS sejauh ini adalah kekuatan nuklir terbesar di dunia. Rusia memiliki sekitar 6.257 hulu ledak nuklir sementara tiga kekuatan nuklir NATO - AS, Inggris dan Prancis - memiliki sekitar 6.065 hulu ledak gabungan, menurut Asosiasi Kontrol Senjata yang berbasis di Washington.
Baca juga: Rusia Klaim Hancurkan 163 Jet Tempur dan 124 Helikopter Ukraina
Putin mengatakan "operasi militer khusus" di Ukraina diperlukan karena AS menggunakan Ukraina untuk mengancam Rusia dan Moskow harus bertahan melawan penganiayaan terhadap orang-orang berbahasa Rusia.
"Ini akan menjadi skenario bencana bagi semua orang," pungkasnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (12/5/2022).
Rusia dan AS sejauh ini adalah kekuatan nuklir terbesar di dunia. Rusia memiliki sekitar 6.257 hulu ledak nuklir sementara tiga kekuatan nuklir NATO - AS, Inggris dan Prancis - memiliki sekitar 6.065 hulu ledak gabungan, menurut Asosiasi Kontrol Senjata yang berbasis di Washington.
Baca juga: Rusia Klaim Hancurkan 163 Jet Tempur dan 124 Helikopter Ukraina
Putin mengatakan "operasi militer khusus" di Ukraina diperlukan karena AS menggunakan Ukraina untuk mengancam Rusia dan Moskow harus bertahan melawan penganiayaan terhadap orang-orang berbahasa Rusia.
Lihat Juga :