Mengerikan, Rusia Klaim Nuklirnya Mampu Lenyapkan NATO dalam 30 Menit
Senin, 09 Mei 2022 - 05:51 WIB
loading...
A
A
A
“Senjata yang benar-benar unik ini akan memperkuat potensi tempur angkatan bersenjata kita, memastikan keamanan Rusia dari ancaman eksternal dan menyediakan bahan pemikiran bagi mereka yang, dalam panasnya retorika agresif yang hiruk pikuk, yang mencoba mengancam negara kita.”
Menurut Layanan Penelitian Kongres Amerika Serikat, Rusia diperkirakan akan mengerahkan RS-28 Sarmat dengan 10 atau lebih hulu ledak nuklir pada setiap rudal.
Sementara itu, pakar senjata Hamish de Bretton-Gordon mengatakan kepada Express.co.uk bahwa Putin dapat menjatuhkan senjata nuklir taktis ke Ukraina di tengah perayaan Hari Kemenangan untuk "mengubah bentuk perang".
Hari Kemenangan diperingati Rusia setiap 9 Mei. Itu untuk menandai kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman pada Perang Dunia II.
Dia mengatakan: "Kekhawatiran terbesar mungkin adalah penggunaan atau ancaman langsung penggunaan senjata nuklir taktis."
“Jika keadaan masih berjalan sangat buruk pada 9 Mei, kemungkinan besar, Putin dapat memutuskan bahwa nuklir adalah satu-satunya cara untuk mengubah bentuk perang," imbuh dia.
“Para pemimpin Barat sedikit ambigu tentang apa yang akan terjadi jika Putin menggunakan nuklir taktis," paparnya.
Menurut Layanan Penelitian Kongres Amerika Serikat, Rusia diperkirakan akan mengerahkan RS-28 Sarmat dengan 10 atau lebih hulu ledak nuklir pada setiap rudal.
Sementara itu, pakar senjata Hamish de Bretton-Gordon mengatakan kepada Express.co.uk bahwa Putin dapat menjatuhkan senjata nuklir taktis ke Ukraina di tengah perayaan Hari Kemenangan untuk "mengubah bentuk perang".
Hari Kemenangan diperingati Rusia setiap 9 Mei. Itu untuk menandai kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman pada Perang Dunia II.
Dia mengatakan: "Kekhawatiran terbesar mungkin adalah penggunaan atau ancaman langsung penggunaan senjata nuklir taktis."
“Jika keadaan masih berjalan sangat buruk pada 9 Mei, kemungkinan besar, Putin dapat memutuskan bahwa nuklir adalah satu-satunya cara untuk mengubah bentuk perang," imbuh dia.
“Para pemimpin Barat sedikit ambigu tentang apa yang akan terjadi jika Putin menggunakan nuklir taktis," paparnya.
(min)
Lihat Juga :