Rayakan Pembunuhan Balita Palestina, 7 Ekstremis Yahudi Israel Diadili

Kamis, 28 April 2022 - 09:11 WIB
loading...
Rayakan Pembunuhan Balita...
Warga Palestina menunjukkan foto Ali Dawabsheh, balita Palestina berusia 18 tahun yang dibakar bersama orangtuanya oleh para ekstremis Yahudi Israel. Foto/Jewish News
A A A
YERUSALEM - Pengadilan Israel , pada Rabu, menyatakan tujuh pria ekstremis Yahudi bersalah karena menghasut kekerasan dan mendukung organisasi teroris atas keterlibatan mereka dalam perayaan pembunuhan balita Palestina dan orangtuanya.

Ali Dawabsheh, balita 18 bulan, bersama kedua orangtuanya; Riham dan Saad, tewas dalam serangan pembakaran tahun 2015 di desa Duma, Tepi Barat.

Pengadilan Magistrate Yerusalem menyatakan tujuh terdakwa bersalah atas serangkaian pelanggaran karena memuliakan dengan tarian dan lagu pembunuhan keluarga Dawabsheh dalam serangan pembakaran oleh ekstremis pemukim Yahudi pada Juli 2015.

Serangan mematikan itu memicu kecaman dari seluruh spektrum politik Israel.

Baca juga: Dikirimi Surat dan Peluru, PM Israel Diancam Dihabisi

Beberapa bulan setelah serangan itu, sebuah video dari sebuah pernikahan yang ditayangkan di televisi Israel muncul untuk menunjukkan para tamu di sebuah pernikahan mengacungkan senapan dan menari mengikuti musik dengan lirik yang menyerukan balas dendam, sementara beberapa foto menunjukkan Ali Dawabsheh ditikam.

Pengadilan menyatakan para terdakwa bersalah atas tuduhan yang mencakup hasutan untuk melakukan kekerasan atau teror, mendukung organisasi teroris, menghasut rasisme, dan kepemilikan senjata secara ilegal. Demikian diumumkan Kementerian Kehakiman Israel, seperti dikutip AP, Kamis (28/4/2022).

“Saya menemukan bahwa sifat menghasut dari insiden itu jelas bagi semua, jelas, tak terbantahkan, dan mengajarkan antara lain dua pesan utama yang terlipat ke dalam tindakan: ekspresi dukungan untuk pembunuhan keluarga yang tidak bersalah, dan menyerukan balas dendam terhadap orang Arab,” kata hakim pengadilan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Walk Out saat Negosiasi...
Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Iran: Kami Tak Berunding di Bawah Tekanan!
Rekomendasi
Beda dengan Roy Suryo,...
Beda dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Tidak Ajukan Gugatan Praperadilan
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Ducati hingga Tas Dior...
Ducati hingga Tas Dior Rampasan Kasus Korupsi K3 Bakal Dilelang KPK Desember 2026
Berita Terkini
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved