Ekstremis Yahudi Ingin Bekurban di Situs Suci Temple Mount, Yerusalem Memanas
Kamis, 14 April 2022 - 15:07 WIB
loading...
A
A
A
Kampanye kurban oleh ekstremis Yahudi pada tahun ini telah mendapatkan daya tarik yang sangat besar di media Palestina dan Arab menyusul postingan media sosial yang menawarkan hadiah uang tunai bagi mereka yang ditangkap dalam tindakan tersebut.
"Ditangkap? NIS 400. Ditangkap dengan kambing/domba? NIS 800. Berhasil berkurban? NIS 10.000," bunyi posting kelompok Returning to the Mount.
Postingan itu mendapat ancaman dari Hamas dan kecaman dari Yordania dan Otoritas Palestina.
“Kami menekankan bahwa ini merupakan eskalasi berbahaya yang melintasi semua garis merah, karena merupakan serangan langsung terhadap kepercayaan dan perasaan rakyat kami dan bangsa kami selama bulan suci ini,” kata Hamas, mengacu pada bulan Ramadhan.
“Kami menganggap [Israel] bertanggung jawab atas semua dampaknya,” lanjut Hamas, seperti dikutip dari Times of Israel, Kamis (14/4/2022).
Juru bicara Perdana Menteri Naftali Bennett yang khusus berbahasa Arab, Ofir Gendelman, membantah ada rencana untuk berkurban di puncak Temple Mount, dan mengatakan bahwa segala upaya untuk melakukannya akan dihentikan.
“Tuduhan bahwa ada orang Yahudi yang berniat untuk berkurban di Haram al-Sharif sepenuhnya salah dan telah dipromosikan oleh organisasi teror Palestina dan lainnya untuk menghasut,” tulis Gendelman di Twitter.
“Kami akan mempertahankan status quo di tempat-tempat suci dan tidak akan membiarkan gangguan apa pun terhadap keamanan dan ketertiban umum di Yerusalem atau di mana pun,” lanjut dia.
"Ditangkap? NIS 400. Ditangkap dengan kambing/domba? NIS 800. Berhasil berkurban? NIS 10.000," bunyi posting kelompok Returning to the Mount.
Postingan itu mendapat ancaman dari Hamas dan kecaman dari Yordania dan Otoritas Palestina.
“Kami menekankan bahwa ini merupakan eskalasi berbahaya yang melintasi semua garis merah, karena merupakan serangan langsung terhadap kepercayaan dan perasaan rakyat kami dan bangsa kami selama bulan suci ini,” kata Hamas, mengacu pada bulan Ramadhan.
“Kami menganggap [Israel] bertanggung jawab atas semua dampaknya,” lanjut Hamas, seperti dikutip dari Times of Israel, Kamis (14/4/2022).
Juru bicara Perdana Menteri Naftali Bennett yang khusus berbahasa Arab, Ofir Gendelman, membantah ada rencana untuk berkurban di puncak Temple Mount, dan mengatakan bahwa segala upaya untuk melakukannya akan dihentikan.
“Tuduhan bahwa ada orang Yahudi yang berniat untuk berkurban di Haram al-Sharif sepenuhnya salah dan telah dipromosikan oleh organisasi teror Palestina dan lainnya untuk menghasut,” tulis Gendelman di Twitter.
“Kami akan mempertahankan status quo di tempat-tempat suci dan tidak akan membiarkan gangguan apa pun terhadap keamanan dan ketertiban umum di Yerusalem atau di mana pun,” lanjut dia.
Lihat Juga :