AS Bangga Kirim Senjata ke Ukraina Setiap Hari untuk Usir Rusia

Senin, 11 April 2022 - 06:33 WIB
loading...
A A A
Ditanya oleh pembawa acara NBC News, Chuck Todd, apakah AS telah berhenti membedakan antara senjata defensif dan ofensif, sehingga membuka pintu untuk memberi Ukraina lebih banyak peralatan mematikan, Sullivan menyatakan bahwa pengekangan telah dihilangkan.

"Mengingat sifat pertempuran, bagaimana keadaannya, bergeser dan disesuaikan dan apa yang telah dilakukan Rusia, terus terang—membunuh warga sipil, kekejaman, kejahatan perang—kita telah sampai di Amerika Serikat dan di banyak anggota aliansi NATO di mana pertanyaan kuncinya adalah, apa yang dibutuhkan Ukraina, dan bagaimana kita bisa memberikannya kepada mereka? Itu pekerjaan yang kami lakukan setiap hari," paparnya.

Rusia secara konsisten membantah menargetkan warga sipil Ukraina, menuduh batalion radikal neo-Nazi Ukraina secara teratur menggunakan perisai manusia dan infrastruktur sipil sebagai kedok untuk menghindari serangan pasukan Moskow.

"Kebijakan Washington adalah melakukan apa pun yang kami bisa untuk membantu Ukraina berhasil," kata Sullivan.

"Terserah pemerintah Ukraina untuk menentukan apa yang merupakan keberhasilan itu," sambung dia.

"Tetapi tujuan menyeluruh Amerika jelas: pada akhirnya, apa yang ingin kita lihat adalah Ukraina yang bebas dan independen, Rusia yang lemah dan terisolasi. Barat yang lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih teguh. Kami percaya bahwa ketiga tujuan tersebut sudah di depan mata, dapat dicapai, dan kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk mendukung Ukraina dalam upaya mereka membantu mewujudkan tujuan tersebut," paparnya.

Sullivan juga memberi sinyal bahwa AS mundur dari keputusan bulan lalu untuk menolak permintaan Polandia agar Amerika memfasilitasi transfer jet tempur MiG-29 ke Ukraina—sebuah langkah yang menurut Pentagon pada saat itu akan berisiko meningkatkan ketegangan dengan Rusia.

Namun, berbicara kepada NBC News, dia mengatakan pemerintahan Biden hanya keberatan dengan gagasan mentransfer jet tempur dari pangkalan militer AS di Jerman melalui wilayah udara yang diperebutkan di Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Keji! Pasangan Muda-Mudi...
Keji! Pasangan Muda-Mudi Buang Bayi di Tempat Sampah Terminal Bus
Rekomendasi
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Berita Terkini
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved