Eks Komandan NATO: Ketakutan Barat Akan Perang Nuklir Membuat Putin Leluasa Bertindak
Sabtu, 09 April 2022 - 02:41 WIB
loading...
A
A
A
"Menurut pendapat saya, kami belum. Dalam peperangan, Anda ingin menghalangi musuh Anda, Anda ingin memiliki inisiatif dan tidak memberikan inisiatif kepada musuh. Dan kami telah menyerahkan inisiatif kepada musuh," ujarnya.
"Masih banyak lagi yang perlu kita lakukan dalam peran sebagai penyedia. Kami belum mendapatkan pertahanan udara ketinggian menengah dan tinggi di sana, kami belum mendapatkan rudal jelajah pertahanan pantai di sana. Saya belum mengerti mengapa kami belum mendapatkan [jet tempur] MiG di sana yang ingin diberikan oleh negara lain. Jadi, ada banyak hal bahkan di dalam format terbatas kami yang masih perlu kami lakukan," paparnya.
Pensiunan jenderal Amerika itu juga membandingkan keberanian NATO melakukan intervensi di Irak, Bosnia-Herzegovina, dan Libya dengan alasan untuk mencegah bencana kemanusiaan. Namun, itu tidak berani dilakukan di Ukraina setelah Putin memerintahkan pasukan nuklirnya dalam posisi siaga tinggi.
"Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, intinya adalah kita di Barat, tentu saja bangsa saya, dan NATO, benar-benar terhalang dalam hal ini," katanya.
"Kami sangat khawatir tentang senjata nuklir dan Perang Dunia III sehingga kami membiarkan diri kami sepenuhnya terhalang. Dan [Putin], sejujurnya, sama sekali tidak terpengaruh. Dia telah beralih ke perang paling mengerikan melawan warga Ukraina, itu di luar kriminal pada saat ini," paparnya.
"Masih banyak lagi yang perlu kita lakukan dalam peran sebagai penyedia. Kami belum mendapatkan pertahanan udara ketinggian menengah dan tinggi di sana, kami belum mendapatkan rudal jelajah pertahanan pantai di sana. Saya belum mengerti mengapa kami belum mendapatkan [jet tempur] MiG di sana yang ingin diberikan oleh negara lain. Jadi, ada banyak hal bahkan di dalam format terbatas kami yang masih perlu kami lakukan," paparnya.
Pensiunan jenderal Amerika itu juga membandingkan keberanian NATO melakukan intervensi di Irak, Bosnia-Herzegovina, dan Libya dengan alasan untuk mencegah bencana kemanusiaan. Namun, itu tidak berani dilakukan di Ukraina setelah Putin memerintahkan pasukan nuklirnya dalam posisi siaga tinggi.
"Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, intinya adalah kita di Barat, tentu saja bangsa saya, dan NATO, benar-benar terhalang dalam hal ini," katanya.
"Kami sangat khawatir tentang senjata nuklir dan Perang Dunia III sehingga kami membiarkan diri kami sepenuhnya terhalang. Dan [Putin], sejujurnya, sama sekali tidak terpengaruh. Dia telah beralih ke perang paling mengerikan melawan warga Ukraina, itu di luar kriminal pada saat ini," paparnya.
Lihat Juga :