Biden: Sanksi akan Buat Ekonomi Rusia Mundur 15 Tahun dan Lumpuh
Kamis, 07 April 2022 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Putin Beri Peringatan Keras pada Barat Soal Nasionalisasi Aset
Langkah-langkah ini termasuk sanksi blokir terhadap lebih banyak bank Rusia, larangan investasi baru AS di Rusia, sanksi blokir terhadap "elit Rusia dan anggota keluarga mereka," dan sanksi terhadap perusahaan milik negara Rusia, dengan daftar perusahaan-perusahaan ini akan diungkapkan Departemen Keuangan pada Kamis.
Siaran pers Gedung Putih juga menyatakan, “Produk Domestik Bruto (PDB) Rusia akan berkontraksi hingga 15% tahun ini, menghapus keuntungan ekonomi selama lima belas tahun terakhir.”
Pernyataan ini dikaitkan dengan "para ahli" yang tidak disebutkan namanya.
Menilai dampak sanksi AS dan internasional terhadap Rusia itu sulit. Sementara Biden mengatakan bahwa sanksi awalnya bertujuan “menghancurkan” ekonomi Rusia dan mata uangnya, rubel.
Sanksi itu dijatuhkan dalam beberapa hari setelah serangan militer Rusia di Ukraina.
Namun tampaknya, rubel telah bangkit kembali ke nilai sebelum perang dan Rusia diperkirakan meningkatkan pendapatan minyak dan gasnya lebih dari sepertiga tahun ini, menurut analisis Bloomberg.
Langkah-langkah ini termasuk sanksi blokir terhadap lebih banyak bank Rusia, larangan investasi baru AS di Rusia, sanksi blokir terhadap "elit Rusia dan anggota keluarga mereka," dan sanksi terhadap perusahaan milik negara Rusia, dengan daftar perusahaan-perusahaan ini akan diungkapkan Departemen Keuangan pada Kamis.
Siaran pers Gedung Putih juga menyatakan, “Produk Domestik Bruto (PDB) Rusia akan berkontraksi hingga 15% tahun ini, menghapus keuntungan ekonomi selama lima belas tahun terakhir.”
Pernyataan ini dikaitkan dengan "para ahli" yang tidak disebutkan namanya.
Menilai dampak sanksi AS dan internasional terhadap Rusia itu sulit. Sementara Biden mengatakan bahwa sanksi awalnya bertujuan “menghancurkan” ekonomi Rusia dan mata uangnya, rubel.
Sanksi itu dijatuhkan dalam beberapa hari setelah serangan militer Rusia di Ukraina.
Namun tampaknya, rubel telah bangkit kembali ke nilai sebelum perang dan Rusia diperkirakan meningkatkan pendapatan minyak dan gasnya lebih dari sepertiga tahun ini, menurut analisis Bloomberg.
Lihat Juga :