AS Setuju Jual Senjata, Taiwan Bersumpah Pertahankan Diri dari China
Kamis, 07 April 2022 - 02:07 WIB
loading...
A
A
A
"Penjualan yang diusulkan ini melayani kepentingan nasional, ekonomi, dan keamanan AS dengan mendukung upaya berkelanjutan penerima untuk memodernisasi angkatan bersenjatanya dan untuk mempertahankan kemampuan pertahanan yang kredibel," kata pemberitahuan Pentagon.
“Penjualan yang diusulkan akan membantu mempertahankan kepadatan rudal penerima dan memastikan kesiapan untuk operasi udara. Penerima akan menggunakan kemampuan ini sebagai pencegah ancaman regional dan untuk memperkuat pertahanan dalam negeri,” sambung pemberitahuan itu.
Baca juga: AS Setujui Penjualan Paket ke-3 Sistem Pertahanan Udara ke Taiwan
Raytheon, Lockheed Martin, dan Boeing Defense, Space and Security berada dalam daftar sanksi Beijing karena memproduksi senjata yang ditransfer AS ke Taiwan.
China tidak pernah memerintah Taiwan yang demokratis, tetapi mempertahankan klaim selama puluhan tahun atas Taiwan. Taiwan mengatakan itu sudah menjadi negara merdeka dengan nama Republik China.
Xi Jinping, yang dianggap sebagai pemimpin paling hawkish di China dalam satu generasi, telah menekankan garis Partai Komunis China bahwa mereka tidak akan pernah meninggalkan penggunaan kekuatan terhadap pulau itu.
Baca juga: Jinping pada Biden: Masalah Taiwan Perlu Ditangani dengan Benar
“Penjualan yang diusulkan akan membantu mempertahankan kepadatan rudal penerima dan memastikan kesiapan untuk operasi udara. Penerima akan menggunakan kemampuan ini sebagai pencegah ancaman regional dan untuk memperkuat pertahanan dalam negeri,” sambung pemberitahuan itu.
Baca juga: AS Setujui Penjualan Paket ke-3 Sistem Pertahanan Udara ke Taiwan
Raytheon, Lockheed Martin, dan Boeing Defense, Space and Security berada dalam daftar sanksi Beijing karena memproduksi senjata yang ditransfer AS ke Taiwan.
China tidak pernah memerintah Taiwan yang demokratis, tetapi mempertahankan klaim selama puluhan tahun atas Taiwan. Taiwan mengatakan itu sudah menjadi negara merdeka dengan nama Republik China.
Xi Jinping, yang dianggap sebagai pemimpin paling hawkish di China dalam satu generasi, telah menekankan garis Partai Komunis China bahwa mereka tidak akan pernah meninggalkan penggunaan kekuatan terhadap pulau itu.
Baca juga: Jinping pada Biden: Masalah Taiwan Perlu Ditangani dengan Benar
(ian)
Lihat Juga :