Ajudan Zelensky Tuding Mantan Presiden Ukraina Picu Konflik dengan Rusia
Minggu, 20 Maret 2022 - 05:15 WIB
loading...
Mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko. Foto/REUTERS
A
A
A
KIEV - Seorang penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Alexey Arestovich, mengatakan Sabtu (19/3/2022) bahwa mantan Presiden Petro Poroshenko ikut bertanggung jawab atas konflik yang sedang berlangsung dengan Rusia.
Arestovich menuding keputusan Poroshenko untuk menulis aspirasi NATO ke dalam konstitusi negara Ukraina sebagai pemicu konflik dengan Rusia.
Klausul tersebut, yang menguraikan jalur Ukraina untuk menjadi anggota penuh Uni Eropa (UE) dan aliansi NATO yang dipimpin Amerika Serikat (AS), ditambahkan ke dalam konstitusi Ukraina pada Februari 2019 dan tak lama sebelum pemilu presiden.
Baca juga: Ukraina Ungkap Jumlah Tentara Rusia yang Ditangkap selama Perang
“Meski langkah itu adalah aksi kampanye murni oleh mantan Presiden Poroshenko, ternyata memiliki konsekuensi jangka panjang,” ujar Arestovich mengatakan kepada media lokal, dilansir RT.com.
Baca juga: Kepala Roscosmos: AS Bisa Putus Hubungan Rusia dari Jaringan GPS
“Ketika Poroshenko memperkenalkan ini, itu adalah teknologi PR (public relation) pra-pemilu pribadinya. Dia tahu sebelumnya bahwa NATO tidak akan pernah menerima kita. Tidak sedikit pun dari kesalahan atas apa yang terjadi sekarang di Ukraina terletak pada mereka yang mengadopsi dan mempromosikan ketentuan konstitusional ini,” ujar dia.
Arestovich menuding keputusan Poroshenko untuk menulis aspirasi NATO ke dalam konstitusi negara Ukraina sebagai pemicu konflik dengan Rusia.
Klausul tersebut, yang menguraikan jalur Ukraina untuk menjadi anggota penuh Uni Eropa (UE) dan aliansi NATO yang dipimpin Amerika Serikat (AS), ditambahkan ke dalam konstitusi Ukraina pada Februari 2019 dan tak lama sebelum pemilu presiden.
Baca juga: Ukraina Ungkap Jumlah Tentara Rusia yang Ditangkap selama Perang
“Meski langkah itu adalah aksi kampanye murni oleh mantan Presiden Poroshenko, ternyata memiliki konsekuensi jangka panjang,” ujar Arestovich mengatakan kepada media lokal, dilansir RT.com.
Baca juga: Kepala Roscosmos: AS Bisa Putus Hubungan Rusia dari Jaringan GPS
“Ketika Poroshenko memperkenalkan ini, itu adalah teknologi PR (public relation) pra-pemilu pribadinya. Dia tahu sebelumnya bahwa NATO tidak akan pernah menerima kita. Tidak sedikit pun dari kesalahan atas apa yang terjadi sekarang di Ukraina terletak pada mereka yang mengadopsi dan mempromosikan ketentuan konstitusional ini,” ujar dia.
Lihat Juga :