Politisi Italia Ingin Undang Putin ke Parlemen setelah Zelensky
Minggu, 20 Maret 2022 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
Surat kabar itu mengingatkan sebelumnya diumumkan bahwa Zelensky akan berbicara di hadapan majelis rendah Parlemen Italia, melalui tautan video Selasa depan (22/3/2022), di tengah operasi militer Rusia di Ukraina.
Anggota parlemen Italia Nicola Grimaldi mengatakan kepada La Repubblica bahwa dia ingin "mengundang" Putin untuk berbicara di Parlemen Italia melalui panggilan video setelah pidato Zelensky.
Ide tersebut juga disambut sesama angggota parlemen Grimaldi, Davide Serritella dan Gabriele Lorenzoni.
"Mengundang Putin ke parlemen (Italia) adalah proposal yang masuk akal," ujar Serritella.
Dia menambahkan, langkah itu akan memungkinkan anggota parlemen "menekan" presiden Rusia pada sejumlah masalah sensitif, termasuk yang terkait dengan krisis Ukraina.
Adapun Grimaldi, dia, bersama empat rekannya dari koalisi Gerakan Bintang 5 dan Liga, baru-baru ini menolak rancangan undang-undang (RUU) yang menetapkan Italia mengirim bantuan militer "tidak mematikan" ke Ukraina untuk menunjukkan dukungan bagi Kiev melawan Moskow.
Perkembangan terjadi ketika Rusia melanjutkan operasi militer khusus di Ukraina, yang diumumkan Presiden Putin pada 24 Februari.
Operasi tersebut diluncurkan setelah adanya permintaan bantuan dari Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk (DPR dan LPR) di tengah berlanjutnya penembakan terhadap posisi dan infrastruktur mereka oleh Angkatan Darat Ukraina.
Anggota parlemen Italia Nicola Grimaldi mengatakan kepada La Repubblica bahwa dia ingin "mengundang" Putin untuk berbicara di Parlemen Italia melalui panggilan video setelah pidato Zelensky.
Ide tersebut juga disambut sesama angggota parlemen Grimaldi, Davide Serritella dan Gabriele Lorenzoni.
"Mengundang Putin ke parlemen (Italia) adalah proposal yang masuk akal," ujar Serritella.
Dia menambahkan, langkah itu akan memungkinkan anggota parlemen "menekan" presiden Rusia pada sejumlah masalah sensitif, termasuk yang terkait dengan krisis Ukraina.
Adapun Grimaldi, dia, bersama empat rekannya dari koalisi Gerakan Bintang 5 dan Liga, baru-baru ini menolak rancangan undang-undang (RUU) yang menetapkan Italia mengirim bantuan militer "tidak mematikan" ke Ukraina untuk menunjukkan dukungan bagi Kiev melawan Moskow.
Perkembangan terjadi ketika Rusia melanjutkan operasi militer khusus di Ukraina, yang diumumkan Presiden Putin pada 24 Februari.
Operasi tersebut diluncurkan setelah adanya permintaan bantuan dari Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk (DPR dan LPR) di tengah berlanjutnya penembakan terhadap posisi dan infrastruktur mereka oleh Angkatan Darat Ukraina.
Lihat Juga :