Jenderal AS: Iran Miliki 3.000 Rudal, Banyak yang Bisa Jangkau Israel
Rabu, 16 Maret 2022 - 04:44 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pernyataan tertulisnya, Mckenzie menyebut kekuatan rudal Iran sebagai ancaman terbesar bagi keamanan kawasan, dan bahwa Teheran telah mengembangkan gudang senjata rudal balistik berhulu ledak nuklir dan telah menguji platform senjata ini beberapa kali.
Dia mengatakan kepada komite bahwa selama 5-7 tahun terakhir Iran telah banyak berinvestasi dalam program rudal balistiknya.
CENTCOM AS menilai dalam pernyataan yang telah ditulis sebelumnya bahwa Suriah dan Irak akan terus digunakan sebagai rute pasokan dan pusat untuk meneruskan kampanye melawan Israel. Ini sebagian untuk mempersenjataiproksinya di Lebanon, Hizbullah.
Diperkirakan bahwa tahun lalu Hizbullah memiliki 130.000-150.000 roket yang dapat menjangkau jauh ke dalam wilayah Israel. Cadangan senjata ini juga termasuk misil balistik Iran.
Iran, lanjut sang jenderal, telah mempersenjatai wakilnya di Yaman, pemberontak Houthi, dengan drone dan rudal balistik dan jelajah. Houthi juga telah menyatakan permusuhan terhadap Israel, dan sebelumnya mengatakan bahwa mereka telah bergabung dengan front "anti-Israel".
Mereka juga menggunakan rudal dan drone buatan Iran untuk menyerang Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.
Dia mengatakan kepada komite bahwa selama 5-7 tahun terakhir Iran telah banyak berinvestasi dalam program rudal balistiknya.
CENTCOM AS menilai dalam pernyataan yang telah ditulis sebelumnya bahwa Suriah dan Irak akan terus digunakan sebagai rute pasokan dan pusat untuk meneruskan kampanye melawan Israel. Ini sebagian untuk mempersenjataiproksinya di Lebanon, Hizbullah.
Diperkirakan bahwa tahun lalu Hizbullah memiliki 130.000-150.000 roket yang dapat menjangkau jauh ke dalam wilayah Israel. Cadangan senjata ini juga termasuk misil balistik Iran.
Iran, lanjut sang jenderal, telah mempersenjatai wakilnya di Yaman, pemberontak Houthi, dengan drone dan rudal balistik dan jelajah. Houthi juga telah menyatakan permusuhan terhadap Israel, dan sebelumnya mengatakan bahwa mereka telah bergabung dengan front "anti-Israel".
Mereka juga menggunakan rudal dan drone buatan Iran untuk menyerang Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.
Lihat Juga :