AS Tuding Rusia Cari Bantuan ke China, Beijing: Tuduhan Palsu!

Senin, 14 Maret 2022 - 23:30 WIB
loading...
AS Tuding Rusia Cari...
Ilustrasi
A A A
BEIJING - Beijing mengecam tuduhan Washington baru-baru ini sebagai disinformasi. Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) menuduh Rusia mencari bantuan militer dari China untuk melakukan operasi khusus di Ukraina.

"Tuduhan tentang masalah yang disebarluaskan oleh AS adalah informasi palsu," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan pada briefing Senin (14/3/2022), seperti dikutip dari TASS.

Baca: Rusia Minta Bantuan China Muluskan Invasi Ukraina? Ini Jawaban Beijing

Menurutnya, akhir-akhir ini Washington sengaja mengedarkan misinformasi tentang China terkait perkembangan di Ukraina. Zhao Lijian juga mencatat bahwa sikap China terhadap Ukraina koheren dan jelas.

Seperti yang ditunjukkan oleh Zhao Lijian, Beijing selalu memainkan peran konstruktif dalam proses membangun perdamaian dan memajukan negosiasi.

"Saat ini, penting bahwa semua pihak menahan diri, berkontribusi untuk meredakan situasi, dan tidak menambah bahan bakar ke api, [melainkan] mempromosikan penyelesaian diplomatik masalah ini dan bukan eskalasinya," Zhao Lijian menyimpulkan.

Baca: AS Ancam China Jika Bantu Rusia dalam Perang Ukraina

Sebelumnya, AS mengancam China dengan menyatakan Beijing akan menerima konsekuensi jika membantu Rusia dalam perangnya di Ukraina. Ancaman muncul setelah Moskow dilaporkan meminta bantuan ekonomi peralatan militer Beijing untuk memuluskan operasinya di Ukraina.

Menurut laporan The Financial Times, Moskow minta bantuan Beijing setelah Rusia dihantam sanksi oleh banyak negara, terutama negara-negara Barat dan NATO. Meskipun Beijing berusaha menggambarkan dirinya sebagai mediator yang jujur, Washington telah khawatir dengan laporan permintaan bantuan Rusia ke China.

Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan kepada CNN bahwa Washington mengawasi dengan cermat untuk melihat sejauh mana Beijing memberikan dukungan ekonomi atau material kepada Rusia. Itu akan memberikan konsekuensi jika itu terjadi.

Baca: Jika Perintahkan Rusia Serang AS, Putin Akan Ditembak Kepalanya

"Kami berkomunikasi secara langsung, secara pribadi ke Beijing, bahwa pasti akan ada konsekuensi untuk upaya penghindaran sanksi skala besar atau dukungan kepada Rusia untuk memenuhinya kembali," kata Sullivan, yang dilansir Senin (14/3/2022).

"Kami tidak akan membiarkan itu berlanjut dan membiarkan ada jalur kehidupan ke Rusia dari sanksi ekonomi ini dari negara mana pun, di mana pun di dunia," ujarnya.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved