AS Terancam Pemadaman Listrik Bergilir Jika Rusia Setop Ekspor Uranium

Kamis, 10 Maret 2022 - 06:38 WIB
loading...
A A A
Pemerintahan Donald Trump mengusulkan pembuatan cadangan uranium strategis senilai USD150 juta pada 2020, tetapi upaya tersebut belum mendapatkan daya tarik meskipun ada dukungan untuk gagasan tersebut dari tim pemerintahan Biden.

Amerika Serikat sangat bergantung pada impor uranium dari Rusia dan bekas Uni Soviet sejak awal 1990-an.

Pada tahun 1993, Wakil Presiden Al Gore dan Perdana Menteri Rusia Viktor Chernomyrdin menandatangani kesepakatan 20 tahun senilai USD11,9 miliar untuk pengiriman lebih dari 550 metrik ton uranium yang diperkaya dari puluhan ribu hulu ledak nuklir Rusia yang dibuang ke Amerika Serikat untuk digunakan di pembangkit listrik tenaga nuklir AS.

Perjanjian itu diselimuti kerahasiaan pada saat ditandatangani, dan penyelidikan selanjutnya oleh anggota parlemen Rusia dan media mengungkapkan bahwa nilai sebenarnya dari uranium ini setidaknya USD50 miliar, dan mungkin sebanyak USD400 miliar.

Uranium ini menyediakan sekitar 10% dari semua listrik yang dihasilkan di Amerika Serikat selama periode 15 tahun, memompa lebih dari 7 miliar megawatt jam energi, setara dengan sekitar 15 miliar barel minyak, atau 3,5 miliar ton batu bara.



Perjanjian Gore-Chernomyrdin kemudian dikritik sebagai tindakan pengkhianatan nasional oleh pemerintahan Yeltsin, dengan Rusia dikatakan telah kehilangan 90% uranium tingkat senjatanya sebagai akibat dari kesepakatan itu.

Setelah perjanjian itu habis masa berlakunya, AS dan Rosatom dari Rusia menandatangani kontrak komersial baru tentang pengiriman uranium Rusia ke Amerika Serikat, tetapi sekarang dengan harga pasar yang adil dan ditetapkan secara internasional.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Putin: Rusia Siap Berkompromi...
Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina
Terungkap, Serangan...
Terungkap, Serangan Rudal Iran Hancurkan Hanggar Pesawat Pangkalan Udara Israel
Rekomendasi
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Berita Terkini
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved