Putra Mahkota Arab Saudi dan UEA Kompak Tolak Telepon dari Biden, Apa Sebabnya?

Rabu, 09 Maret 2022 - 19:06 WIB
loading...
A A A
Psaki juga menyangkal ada rencana bagi Presiden AS untuk melakukan perjalanan ke Riyadh.

Berbagai langkah tersebut untuk mendapatkan dukungan dari Negara-Negara Teluk yang Kaya Minyak di tengah dinginnya hubungan AS dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sejak Biden menjabat pada 2021.

Pada saat itu Biden telah memeriksa kembali hubungan AS dengan Saudi terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Selain itu, pemerintahan Biden menghambat penjualan senjata ke kedua negara. UEA dilaporkan frustrasi dengan lambatnya kesepakatan untuk mengakuisisi jet tempur F-35 buatan AS.

Washington juga menolak desakan Abu Dhabi memberlakukan kembali sebutan terorisme untuk kelompok Houthi Yaman setelah Houthi melancarkan serangan ke UEA.

Masalah kontroversial lainnya adalah upaya Biden menghidupkan kembali Kesepakatan Nuklir Iran (JCPOA), yang setelah pembicaraan melelahkan di Wina, Austria, tampaknya hampir berhasil.

Kesepakatan nuklir 2015, ditandatangani tujuh kekuatan, termasuk AS dan Rusia, yang menempatkan batasan ketat pada kualitas dan kuantitas uranium yang dapat disempurnakan Iran dengan imbalan penghapusan sanksi internasional terhadap ekonomi Iran.

Washington, di era Presiden Donald Trump, menarik diri pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi terhadap Teheran, mengklaim, tanpa bukti, bahwa Iran diam-diam mengejar kemampuan bom nuklir.

Selain itu, tuntutan lain adalah kekebalan hukum bagi Putra Mahkota Muhammad bin Salman, yang dikaitkan intelijen AS dengan pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di konsulat Istanbul Arab Saudi pada 2018.

Duta Besar UEA untuk AS Yousef Al Otaiba membenarkan hubungan yang tegang antara kedua negara.

“Hari ini, kita menjalani tes stres, tetapi saya yakin kita akan keluar dari sana dan mencapai tempat yang lebih baik,” ungkap Al Otaiba pada 3 Maret di acara pertahanan.

Perkembangan ini terjadi karena dua negara Teluk, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dianggap sebagai pemasok global yang memiliki kapasitas memompa lebih banyak minyak untuk meredakan lonjakan harga minyak saat ini.

Harga minyak terus melonjak ke level tertinggi baru setelah Biden melarang impor minyak mentah dan gas Rusia ke AS pada Selasa.

Langkah itu diumumkan sebagai bagian dari sanksi besar-besaran terhadap negara itu atas operasi khusus Moskow untuk de-militerisasi dan de-Nazifikasi Ukraina.

Sebagai hasil dari pengumuman Biden tersebut, harga minyak mencapai USD130 per barel, level tertinggi dalam 14 tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Kecelakaan Maut Minibus...
Kecelakaan Maut Minibus Tabrak Truk, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
AS vs Paraguay: Tuan...
AS vs Paraguay: Tuan Rumah Unggul Tipis
Berita Terkini
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved